Kerokan, Dilihat dari Segi Medis, Benarkah Bisa Mengurangi Gejala Masuk Angin?

  • 31 Agt 2026 17:56 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID,Cirebon - Kerokan telah menjadi salah satu cara tradisional yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia ketika merasa "masuk angin". Tubuh yang pegal, meriang, perut kembung, atau terasa tidak enak sering kali diatasi dengan menggosok permukaan kulit menggunakan koin dan minyak. Namun, benarkah kerokan dapat mengurangi gejala masuk angin jika dilihat dari segi medis?

Apa itu kerokan dan siapa yang biasanya melakukannya? Kerokan merupakan terapi tradisional yang bertujuan memberikan rangsangan pada permukaan kulit. Dalam dunia medis, istilah "masuk angin" sendiri bukanlah nama suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti kelelahan, gangguan pencernaan, atau infeksi virus saluran pernapasan. Kerokan umumnya dilakukan ketika seseorang merasa tidak enak badan atau pegal-pegal.

Menurut penjelasan Kementerian Kesehatan, warna merah yang muncul setelah kerokan bukanlah tanda "angin keluar" dari tubuh. Warna tersebut terjadi karena pelebaran pembuluh darah kapiler di bawah kulit akibat gesekan. Peningkatan aliran darah pada area yang dikerok dapat memberikan rasa hangat dan nyaman. Selain itu, rangsangan pada kulit juga diduga memicu pelepasan hormon endorfin yang membantu tubuh merasa lebih rileks.

Mengapa banyak orang merasa lebih baik setelah kerokan? Secara medis, kerokan dapat membantu mengurangi keluhan seperti pegal otot atau rasa tidak nyaman melalui efek relaksasi dan peningkatan sirkulasi darah di area yang dikerok. Namun, para dokter menegaskan bahwa kerokan tidak menyembuhkan penyebab penyakit, misalnya infeksi virus penyebab flu atau gangguan kesehatan lainnya yang memunculkan gejala mirip masuk angin.

Bila memilih melakukan kerokan, gunakan pelumas seperti minyak agar gesekan tidak melukai kulit, hindari mengerok terlalu keras, dan jangan dilakukan pada kulit yang sedang terluka, mengalami infeksi, atau pada orang dengan gangguan pembekuan darah. Kerokan juga tidak dianjurkan sebagai pengganti pemeriksaan atau pengobatan medis jika gejala berlangsung berat atau berkepanjangan.

Para tenaga kesehatan mengingatkan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila keluhan disertai demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, muntah terus-menerus, atau gejala tidak membaik dalam beberapa hari. Penanganan yang tepat harus disesuaikan dengan penyebab penyakit, bukan hanya mengatasi rasa tidak nyaman yang dirasakan.

Dari sudut pandang medis, kerokan memang dapat membantu meringankan sebagian gejala seperti pegal, rasa tidak nyaman, dan memberikan efek relaksasi sehingga tubuh terasa lebih segar. Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kerokan dapat menyembuhkan "masuk angin" atau penyakit yang mendasari gejala tersebut. Karena itu, kerokan sebaiknya dipandang sebagai terapi pendamping, bukan pengganti penanganan medis bila diperlukan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....