Gaya Hidup Sehat Dinilai Bantu Jaga Imunitas & Kurangi Risiko Kanker

  • 31 Agt 2026 09:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Penerapan gaya hidup sehat menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga daya tahan tubuh sekaligus mendukung upaya pencegahan kanker. Pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, serta manajemen stres menjadi bagian yang perlu diperhatikan masyarakat.

Dokter Penanggung Jawab Mutu Laboratorium Klinik Kimia Farma, dr. Widya, M.KM., H.Kes., CTPT, mengatakan kesehatan tubuh tidak hanya ditentukan oleh pemeriksaan medis. Kebiasaan sehari-hari juga berperan dalam menjaga kondisi tubuh dan imunitas.

Menurutnya, masyarakat tidak harus selalu melakukan olahraga di pusat kebugaran untuk menjaga aktivitas fisik. Berbagai aktivitas sehari-hari yang membuat tubuh bergerak juga dapat menjadi bagian dari pola hidup aktif.

"Pola hidup sehat itu non alkohol, kemudian activity-nya kita gerak. Mau enggak bisa ke gym, enggak bisa segala macam, enggak apa-apa, cuci kamar mandi atau apa, pokoknya gerak," ujar dr. Widya dalam siaran Indonesia Sehat RRI Cirebon, Jumat 28 Agustus 2026.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komposisi makanan agar kebutuhan gizi tubuh tetap terpenuhi. Dalam satu piring, masyarakat dianjurkan memperhatikan keseimbangan antara karbohidrat, sayuran, protein, dan buah.

"Satu piring kita bagi empat porsi. Seperempatnya itu adalah karbohidrat, kemudian yang seperempatnya lagi itu adalah sayur-sayuran, kemudian protein dan buah," katanya.

Selain makanan dan aktivitas fisik, istirahat yang cukup serta kemampuan mengelola stres juga perlu menjadi perhatian. Ia menyebut stres dapat memengaruhi imunitas tubuh sehingga menjaga kondisi psikologis menjadi bagian dari pola hidup sehat.

"Jadi sebetulnya pola hidup sehat, kegiatan yang bagus, cukup tidur, makan yang bergizi, olahraga yang teratur, serta manajemen stres yang bagus. Karena stres itu sangat menurunkan imunitas tubuh," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih. Kebutuhan tersebut dapat disesuaikan dengan aktivitas masing-masing, namun secara umum ia menyebut sekitar dua liter per hari.

"Minimal delapan gelas belimbing sampai 12 gelas tergantung aktivitas, dua liter kurang lebih. Tidak ada metabolisme tubuh yang jalan dengan bagus kalau kita dehidrasi," katanya.

Ia menambahkan, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula serta makanan berlemak perlu dibatasi. Menurutnya, bukan berarti makanan tersebut harus sepenuhnya dihindari, tetapi jumlah dan frekuensinya perlu dikendalikan.

Ia mengajak masyarakat membangun kesadaran terhadap pola hidup sehari-hari sebagai bagian dari investasi kesehatan. Menurutnya, menjaga tubuh tetap sehat akan membantu seseorang menjalani aktivitas secara produktif sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....