Resep Panjang Umur: Berkebun

  • 03 Agt 2026 08:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Dunia medis kini semakin gencar merekomendasikan aktivitas berkebun sebagai terapi kesehatan fisik dan mental yang dikenal dengan istilah social prescribing. Komedian Zach Galifianakis bahkan menyebutkan dalam serial Netflix This Is a Gardening Show bahwa kebun adalah obat paling ampuh bagi kehidupan manusia.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, Senin 3 Agustus 2026, pendapat tersebut diperkuat oleh pernyataan dokter Hugh Coyne yang menjelaskan bahwa aktivitas berkebun mampu memicu pergerakan fisik ringan secara konstan sekaligus menurunkan hormon kortisol. Di sisi lain, ahli saraf Marion Oberhuber menegaskan bahwa stimulasi multisensori di alam terbuka efektif mengaktifkan sistem saraf parasimpatis untuk meredakan stres.

Peneliti neurosains, Mia Soviero, menambahkan bahwa penurunan tingkat stres secara konsisten dapat meningkatkan kualitas tidur serta mengoptimalkan proses pemulihan mandiri pada tubuh. Selain itu, kebiasaan mengolah tanah dan tanaman juga membantu meningkatkan asupan nutrisi sehat serta memperkuat sistem kekebalan tubuh dari paparan mikroorganisme positif.

Manfaat berkebun ternyata juga berdampak sangat besar terhadap kesehatan otak dan fungsi kognitif seseorang. Studi pada tahun 2024 menunjukkan bahwa aktivitas merawat tanaman secara rutin dapat menekan risiko demensia sekaligus meredakan gejala depresi pada lansia.

"Penurunan hormon stres kortisol akan merangsang pertumbuhan faktor otak yang membantu pembentukan koneksi baru antar sel saraf," ungkap Marion Oberhuber.

Aktivitas merawat tanaman juga terbukti ampuh memicu pelepasan hormon dopamin dan serotonin yang berperan penting dalam menciptakan perasaan bahagia. Hugh Coyne menyebutkan bahwa keberhasilan saat melihat tanaman tumbuh mekar memberikan rasa pencapaian serta tujuan hidup yang efektif mencegah timbulnya kecemasan.

Riset terbaru pada tahun 2026 mengungkapkan bahwa kebiasaan berkebun berkaitan erat dengan penurunan risiko kematian hingga 22 persen serta menjaga panjang telomer kromosom. Soviero menjelaskan bahwa panjang telomer merupakan indikator utama dalam mengukur usia biologis serta tingkat kebugaran organ tubuh manusia.

Kombinasi antara penurunan stres jangka panjang, gaya hidup aktif, dan interaksi sosial saat berkebun menjadi kunci utama menuju kehidupan yang lebih sehat. Oleh karena itu, terapi merawat tanaman dapat menjadi resep medis yang sangat efektif untuk memperpanjang usia harapan hidup masyarakat secara alami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....