Mitos atau Fakta : Ngemil di Malam Hari Bikin Gemuk?

  • 31 Jul 2026 00:30 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Mitos bahwa makan atau ngemil setelah jam 8 malam otomatis menyebabkan penambahan berat badan telah lama beredar dan dipercayai banyak orang, namun tidak didukung sepenuhnya oleh ilmu sains dan nutrisi.
  • Prinsip dasar kenaikan berat badan berpusat pada surplus kalori, yaitu kondisi ketika jumlah kalori masuk lebih besar daripada kalori yang dibakar tubuh dalam 24 jam, bukan pada waktu konsumsi makanan.
  • Tubuh manusia tidak memiliki mekanisme otomatis yang mengubah metabolisme menjadi nol pada jam-jam tertentu, sehingga jadwal makan bukanlah faktor utama dalam penambahan berat badan.

RRI.CO.ID, Cirebon - Mitos bahwa "makan atau ngemil di atas jam 8 malam otomatis berujung pada penambahan berat badan" sudah lama beredar dan dipercayai banyak orang. Banyak yang membayangkan bahwa makanan yang dikonsumsi saat malam hari akan langsung diubah tubuh menjadi lemak karena tidak adanya aktivitas fisik yang dilakukan setelahnya. Namun, apakah klaim tersebut sepenuhnya benar menurut sudut pandang sains dan nutrisi? Melansir dari Harvard Health Publishing. (2020), berikut penjelasannya:

1. Hukum Utama Metabolisme: Total Asupan Kalori

Prinsip dasar kenaikan berat badan berpatokan pada surplus kalori, yaitu kondisi ketika jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada kalori yang dibakar tubuh dalam kurun waktu 24 jam. Tubuh manusia tidak memiliki "sakelar otomatis" yang mengubah metabolisme menjadi nol saat jarum jam menyentuh angka tertentu.

Jika total kebutuhan kalori harian Anda belum terpenuhi, makan di malam hari tidak akan langsung membuat tubuh membengkak. Sebaliknya, jika Anda sudah mengonsumsi kalori berlebih sejak pagi hingga sore hari, tambahan camilan di malam hari tentu akan menambah surplus kalori yang memicu kenaikan berat badan.

2. Jenis Camilan dan Pola Mindless Eating

Alasan utama mengapa ngemil di malam hari sering dihubungkan dengan kegemukan adalah jenis makanan dan kebiasaan saat mengonsumsinya.

  • Pilihan Makanan: Camilan malam hari identik dengan makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh seperti mi instan, keripik, es krim, atau kue manis yang sangat padat kalori.

  • Perilaku Konsumsi: Kegiatan ngemil di malam hari sering kali dilakukan secara mindless (tanpa sadar), misalnya sambil menonton televisi atau berbaring bermain ponsel. Hal ini membuat kontrol porsi menjadi terabaikan.

3. Pengaruh Ritme Sirkadian dan Sensitivitas Insulin

Meskipun kalori tetap menjadi penentu utama, ritme sirkadian (jam biologis tubuh) memang memengaruhi pencernaan. Menjelang malam, sensitivitas hormon insulin alami tubuh cenderung menurun. Artinya, tubuh menjadi sedikit kurang efisien dalam memproses karbohidrat dan gula dibandingkan pada pagi atau siang hari.

Selain itu, makan porsi besar terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas tidur dan memicu masalah asam lambung (GERD). Kualitas tidur yang buruk pada akhirnya mengacaukan hormon ghrelin (penstimulasi rasa lapar) dan leptin (penekan rasa lapar) pada keesokan harinya, yang mendorong dorongan makan berlebih secara tidak sadar.

Ngemil di malam hari tidak serta-merta membuat badan menjadi gemuk. Yang menyebabkan kenaikan berat badan bukanlah jam berapa Anda makan, melainkan apa yang Anda makan dan berapa banyak total kalori yang dikonsumsi sepanjang hari.

Jika merasa lapar di malam hari, pilihlah camilan rendah kalori dan kaya nutrisi, seperti yogurt tanpa gula (plain yogurt), segenggam kacang almond, atau potongan buah segar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....