Dinkes Kabupaten Cirebon Temukan 4.487 Kasus TB Selama Januari – Juni 2026

  • 29 Jul 2026 17:26 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mencatat capaian penemuan kasus tuberkulosis (TB) selama Januari hingga Juni 2026 telah mencapai 44,2 persen dari target tahunan. Selama enam bulan pertama tahun ini, sebanyak 24.951 orang terduga TB berhasil ditemukan, dengan 4.487 di antaranya terkonfirmasi sebagai kasus TB setelah menjalani pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, mengatakan target penemuan kasus TB sepanjang 2026 mencapai 48.556 orang. Hingga akhir Juni, realisasi penemuan kasus sudah mendekati target semester pertama.

"Target kita itu satu tahun harus menemukan 48.556. Sampai dengan Juni kemarin kita sudah mencapai target 44,2 persen. Artinya sudah hampir mencapai target, harusnya 50 persen dari 48 ribu itu sudah dicapai," ujarnya saat ditemui RRI pada Jumat 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, dari 24.951 orang yang masuk kategori terduga TB, seluruhnya menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM). Hasilnya, sebanyak 4.487 orang dipastikan menderita TB di Kabupaten Cirebon.

"Penemuan kasus kita sampai dengan terduga TBC itu 24.951 orang. Dari yang terduga itu setelah dilakukan pemeriksaan tes molekuler cepat, yang betul-betul kasus TBC itu 4.487 orang, tersebar di seluruh Kabupaten Cirebon," katanya.

Menurutnya, tingginya jumlah kasus tersebut menunjukkan bahwa TB masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Karena itu, pemerintah pusat menjadikan percepatan eliminasi TB sebagai salah satu program prioritas nasional melalui Quick Wins Presiden.

Baca juga : Dinkes Kabupaten Cirebon Mulai Program Skrining TB Terintegrasi CKG pada Agustus

Ia menambahkan, setiap warga yang terindikasi sebagai terduga TB akan langsung menjalani pemeriksaan TCM. Pemeriksaan dilakukan di delapan puskesmas dan tiga rumah sakit di Kabupaten Cirebon yang telah memiliki fasilitas tersebut.

"Kalau begitu ketemu terduga, itu kita akan tindak lanjuti dengan memeriksa TCM, tes cepat molekuler. Pengambilan dahak kemudian diperiksa ke puskesmas. Kita punya delapan puskesmas dan tiga rumah sakit yang mampu melakukan tes ini. Setelah ditemukan dia positif, ya kita lanjut dengan pengobatan," katanya.

Ia memastikan seluruh pasien TB yang terkonfirmasi akan memperoleh pengobatan selama enam bulan tanpa dipungut biaya karena obat disediakan oleh pemerintah melalui program nasional.

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon berharap upaya penemuan kasus secara aktif yang diperkuat melalui skrining di masyarakat dapat mempercepat deteksi dini, sehingga penularan TB dapat ditekan dan target eliminasi TB nasional dapat tercapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....