Benarkah Antibiotik Harus Selalu Dihabiskan? Ini Penjelasannya

  • 22 Jul 2026 15:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Masih banyak masyarakat yang meyakini bahwa setiap antibiotik harus selalu dihabiskan. Padahal, berdasarkan perkembangan ilmu kedokteran, anggapan tersebut tidak selalu berlaku untuk semua kondisi.

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, bukan penyakit yang disebabkan oleh virus seperti flu, batuk pilek biasa, atau sebagian besar radang tenggorokan. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik harus berdasarkan diagnosis dan resep dokter agar tidak memicu resistensi antibiotik.

Adalah Bidan Siti Zakiyah 'Inayatul M, S.Keb.,Bdn asal Desa Karang Sembung Kabupaten Cirebon, mengatakan bahwa secara umum pasien memang dianjurkan menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan dokter.

"Kalau diberikan antibiotik, umumnya memang harus dihabiskan. Salah satu alasannya untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik, apabila seseorang menghentikan penggunaan antibiotik sebelum waktunya tanpa arahan dokter, sebagian bakteri mungkin belum benar-benar mati. Bakteri yang masih bertahan tersebut dapat berkembang kembali dan menjadi lebih sulit dibasmi pada infeksi berikutnya.” ujar Siti zakiyah kepada RRI, 17 Juli 26 Jum’at sore.

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika seseorang mengalami infeksi yang sama di kemudian hari, antibiotik yang sebelumnya efektif bisa menjadi kurang ampuh.

"Kalau nanti sakitnya kambuh dan diberikan antibiotik yang sama, dikhawatirkan sudah tidak mempan. Akhirnya dokter harus menaikkan dosis atau mengganti dengan antibiotik lain yang lebih kuat," katanya.

Sementara itu, harus kita fahami juga bahwa Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga infeksi lebih sulit diatasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebut resistensi antimikroba sebagai salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan global karena membuat infeksi yang sebelumnya mudah diobati menjadi lebih sulit ditangani.

Lantas, apakah antibiotik selalu harus dihabiskan?

Dilansir dari laman bmj.com , analisis yang diterbitkan dalam The BMJ, jawabannya adalah tidak selalu, tetapi juga tidak boleh dihentikan atas keputusan sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan antibiotik tidak selalu harus sampai obat habis untuk semua jenis infeksi. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menentukan bahwa pengobatan cukup dihentikan lebih awal apabila kondisi pasien sudah membaik dan memang berdasarkan evaluasi medis.

Sementara itu berdasarkan evaluasi medis hal itu juga ditegaskan oleh Bidan Zakiyah bahwa masyarakat sering kali salah memahami informasi terkait hal ini.

"Kalau menurut saya, intinya penggunaan antibiotik memang tidak boleh sembarangan. Tidak semua penyakit memerlukan antibiotik. Kalau dokter sudah memberikan antibiotik, biasanya memang dianjurkan untuk dihabiskan, kecuali ada kondisi tertentu dan dokter mengatakan boleh dihentikan," jelasnya.

Dari apa yg disampaikan Siti Zakiyah 'Inayatul M, S.Keb.,Bdn tentu ini mengingatkan kita bahwa artinya pasien tidak boleh berhenti minum antibiotik hanya karena merasa sudah sehat setelah dua atau tiga hari. Selain menghentikan antibiotik terlalu cepat, masih banyak kebiasaan lain yang dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik, antara lain: Membeli antibiotik tanpa resep dokter, Menggunakan sisa antibiotik dari pengobatan sebelumnya, mengonsumsi antibiotik milik orang lain menyimpan antibiotik untuk digunakan kembali, serta memakai antibiotik untuk penyakit akibat virus.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut membuat bakteri memiliki kesempatan untuk beradaptasi sehingga menjadi lebih kebal terhadap obat. Karena itu, penggunaan antibiotik harus dilakukan secara bijak. Ikuti petunjuk dokter mengenai jenis, dosis, dan lama pengobatan. Jika muncul efek samping atau kondisi tidak membaik, segera konsultasikan kembali kepada tenaga kesehatan, bukan menghentikan obat secara sepihak.

(Sumber: Fadilatunnisa_StidAlbiruni)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....