Bidan & Lintas Sektor Kolaborasi Bangun Keluarga Sehat di Argasunya Cirebon

  • 30 Jun 2026 12:58 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Edukasi kesehatan yang dilakukan bidan bersama kolaborasi lintas sektor menjadi strategi Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dalam membangun keluarga sehat dan mandiri di Kelurahan Argasunya yang masih menghadapi tantangan tingkat pendidikan masyarakat serta budaya yang memengaruhi perilaku kesehatan. Upaya tersebut disampaikan dalam Dialog Cirebon Menyapa bertema Menguatkan Peran Bidan dalam Mendukung Kesehatan Keluarga Indonesia dalam rangka memperingati Hari Bidan Nasional pada Rabu, 24 Juni 2026.

Pendampingan kepada masyarakat dilakukan sejak masa kehamilan melalui penyuluhan, pemeriksaan rutin, kunjungan rumah, hingga edukasi mengenai persalinan, menyusui, dan keluarga berencana. Kegiatan tersebut melibatkan bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di wilayah kerja Puskesmas Sitopeng.

Kepala Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dr. H. Eko Dewantoro mengatakan edukasi menjadi faktor penting karena sebagian masyarakat masih memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah sehingga membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan. "Memang edukasi itu memberikan transfer knowledge kepada masyarakat. Di Argasunya mayoritas pendidikannya SD dan SMP, makanya knowledge itu sangat penting kepada mereka," ujar Eko.

Menurutnya, tantangan lain yang masih dihadapi adalah kebiasaan dan budaya yang telah lama berkembang sehingga sebagian masyarakat belum sepenuhnya menerima perubahan perilaku kesehatan. Meski demikian, perkembangan teknologi digital mulai membantu tenaga kesehatan menjangkau masyarakat yang sebelumnya sulit mendapatkan edukasi.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Puskesmas Sitopeng memperkuat kerja sama dengan kader kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelurahan, hingga kecamatan agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan terutama ketika tenaga kesehatan mengalami kesulitan meyakinkan warga agar mengikuti anjuran medis.

"Kalau memang seorang agak susah diberi edukasi, biasanya kita minta tolong ke kader, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelurahan, dan kecamatan untuk membantu mengedukasi. Jadi memang lintas sektor itu sangat penting," kata Eko.

Selain pendampingan ibu hamil, bidan juga memberikan edukasi mengenai keluarga berencana karena masih ditemukan warga yang memiliki jumlah anak sangat banyak, sekaligus melakukan penyuluhan kepada calon pengantin melalui kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA). Langkah tersebut dilakukan agar kesiapan kesehatan pasangan sudah dibangun sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

Pada momentum Hari Bidan Nasional, Eko juga mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan kompetensi mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. "Ilmu kesehatan itu memang selalu berkembang dan selalu berubah. Jadi jangan bosan-bosannya ikut semua pelatihan agar tujuan utama kami menurunkan angka kematian ibu dan balita dapat tercapai," ucap Eko.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....