Siasat Puskesmas Cigasong Jaga Stok Obat Vital saat Harga Naik
- 18 Jun 2026 07:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Puskesmas Cigasong, Kabupaten Majalengka, memprioritaskan pengadaan obat-obatan esensial sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kekosongan stok di tengah kenaikan harga obat generik yang terjadi pada tahun 2026. Strategi tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun kemampuan pengadaan menjadi lebih terbatas.
Penyesuaian dilakukan melalui evaluasi kebutuhan obat berdasarkan tingkat penggunaan dan tingkat urgensi dalam pelayanan kesehatan. Obat-obatan yang paling sering digunakan dan memiliki peran penting dalam penanganan pasien menjadi prioritas utama dalam proses pengadaan.
Apoteker Penanggung Jawab Puskesmas Cigasong, apt. Nindya Sari, S.Farm., mengatakan pihaknya menerapkan analisis kebutuhan sebagai dasar dalam menentukan prioritas pengadaan obat. “Yang penggunaan paling banyak dan paling vital itu yang didahulukan, sedangkan yang non-esensial mulai dikurangi,” ujar Nindya kepada RRI Senin, 15 Juni 2026.
Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan karena kenaikan harga obat menyebabkan jumlah obat yang dapat dibeli menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Dengan anggaran yang sama, puskesmas harus memastikan obat-obatan penting tetap tersedia bagi masyarakat.
Ia menjelaskan evaluasi penggunaan obat dilakukan secara berkala untuk mengetahui jenis obat yang paling banyak dibutuhkan oleh pasien. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan prioritas pengadaan pada periode berikutnya.
Selain memastikan ketersediaan obat prioritas, puskesmas juga berupaya mencari alternatif obat generik yang lebih terjangkau namun tetap memenuhi standar mutu dan keamanan yang ditetapkan pemerintah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya efisiensi agar pelayanan tidak terganggu.
Pengadaan obat di Puskesmas Cigasong sendiri dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan beberapa bulan ke depan. Karena itu, setiap perubahan harga obat harus diikuti dengan penyesuaian perencanaan agar tidak menimbulkan kekurangan stok.
Nindya menilai strategi prioritas obat esensial menjadi langkah yang paling memungkinkan dilakukan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam menghadapi kenaikan harga obat. Dengan pengelolaan yang lebih selektif, kebutuhan masyarakat terhadap obat-obatan penting tetap dapat dipenuhi.
Menurutnya, dukungan pemerintah dalam menjaga harga obat tetap terjangkau akan membantu puskesmas mempertahankan ketersediaan obat-obatan esensial bagi masyarakat. “Kita berharap harga obat bisa tetap terkendali sehingga obat-obat yang vital dan paling banyak digunakan tetap dapat dipenuhi sesuai kebutuhan pelayanan,” kata Nindya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....