Dilema Nyawa dan Risiko Tes Kanker Prostat

  • 15 Mei 2026 09:44 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Studi komprehensif terbaru mengungkapkan bahwa skrining kanker prostat melalui tes darah prostate-specific antigen (PSA) mampu menyelamatkan nyawa, namun manfaat absolutnya tergolong sangat kecil. Penelitian yang melibatkan 800.000 pria ini menunjukkan bahwa diperlukan 500 orang yang diperiksa hanya untuk mencegah satu kematian akibat penyakit mematikan tersebut.

Dilansir dari The Guardian, Profesor Philipp Dahm dari University of Minnesota menyebutkan bahwa manfaat skrining ini baru akan terlihat secara signifikan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Meskipun temuan ini menjadi tonggak sejarah bagi pengambil kebijakan, ia memberikan catatan kritis mengenai efisiensi waktu yang dibutuhkan untuk merealisasikan manfaatnya.

Banyak negara termasuk Inggris belum memiliki program skrining massal karena tes PSA dianggap tidak cukup andal dalam membedakan tumor ganas dan jinak. Akibatnya, banyak pria berisiko menjalani pengobatan yang tidak perlu seperti radioterapi atau operasi yang justru memicu komplikasi medis serius.

Dr. Juan Franco dari Heinrich Heine University menekankan bahwa hasil studi ini bukanlah dukungan mutlak untuk melakukan pemeriksaan massal secara universal bagi semua pria. Ia memperingatkan adanya risiko nyata dari diagnosis berlebihan yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien akibat gangguan fungsi urine maupun seksual.

Kanker prostat tetap menjadi salah satu penyakit paling umum yang menyerang satu dari delapan pria di Inggris, dengan risiko lebih tinggi pada pria kulit hitam. Mengingat sifat pertumbuhannya yang lambat, skrining ini hanya disarankan bagi mereka yang memiliki harapan hidup setidaknya sepuluh hingga lima belas tahun ke depan.

Inovasi medis terbaru kini mulai mengembangkan penggunaan pemindaian MRI dan tes protein darah yang lebih presisi untuk mengurangi prosedur biopsi yang tidak perlu. Meski terlihat menjanjikan, para peneliti menyatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah metode ini benar-benar lebih aman dibandingkan cara konvensional.

David James dari Prostate Cancer Research dan Dr. Ian Walker dari Cancer Research UK sepakat bahwa keseimbangan antara manfaat dan bahaya tetap menjadi pertimbangan utama. Faktanya, untuk setiap nyawa yang terselamatkan, terdapat puluhan pria lain yang terdiagnosis secara berlebihan dan harus menanggung dampak pengobatan jangka panjang.

Dr. Matthew Hobbs dari Prostate Cancer UK menyimpulkan bahwa setiap pria harus diberikan informasi yang jujur mengenai risiko serta manfaat tes PSA ini. Kejujuran terhadap pasien sangat krusial agar mereka dapat mengambil keputusan secara sadar mengenai kesehatan reproduksi dan masa depan kualitas hidup mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....