Apa itu Hantavirus?
- 10 Mei 2026 14:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Kapal ekspedisi kutub asal Belanda, M.V. Hondius, diguncang wabah mematikan virus hantavirus dalam perjalanan dari Argentina menuju Kepulauan Canary. Ahli imunologi Steven Bradfute menyatakan kemunculan virus ini sangat mengejutkan karena biasanya kapal pesiar lebih sering diserang bakteri pencernaan atau infeksi pernapasan.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa delapan penumpang telah terinfeksi dan tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Para pasien rata-rata mengalami gejala demam serta gangguan pencernaan yang berkembang sangat cepat menjadi pneumonia hingga gagal jantung.
Kapal tersebut kini terlantar di lautan setelah pemerintah Tanjung Verde menolak izin sandar demi mencegah penyebaran virus lebih luas. Seluruh penumpang yang tersisa diperintahkan untuk tetap berada di dalam kabin masing-masing sembari menunggu instruksi medis selanjutnya.
Hantavirus umumnya ditularkan melalui cairan tubuh hewan pengerat seperti urin, kotoran, dan air liur yang tidak sengaja terhirup oleh manusia. Namun, virus Andes yang ditemukan dalam klaster ini merupakan pengecualian langka karena mampu menular antarmanusia melalui kontak jarak dekat.
Para ahli menyebut virus Andes memiliki ketahanan unik terhadap komponen antivirus yang ada di dalam air liur manusia. Penularan ini biasanya terjadi pada individu yang berbagi makanan atau tidur di tempat yang sama, namun tidak menyebar secara efisien melalui udara.
Meskipun mematikan, Maria van Kerkhove dari WHO menegaskan bahwa risiko penularan virus ini kepada masyarakat umum masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan mekanisme penyebaran hantavirus yang jauh lebih sulit dibandingkan dengan virus pernapasan seperti Covid-19 atau campak.
Steven Bradfute menjelaskan bahwa kasus kematian akibat hantavirus di Benua Amerika mencapai angka lima puluh persen dari total infeksi. Identifikasi pasien terbaru di Swiss menunjukkan betapa seriusnya ancaman virus ini bagi pelaku perjalanan internasional yang baru saja turun dari kapal.
Otoritas kesehatan kini terus memantau situasi di M.V. Hondius untuk memastikan tidak ada lagi kasus tambahan yang muncul di daratan. Penanganan intensif sedang diupayakan agar klaster mematikan ini tidak berkembang menjadi krisis kesehatan global yang tidak terkendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....