Penggunaan Korset dan Dampaknya pada Kesehatan
- 05 Mei 2026 12:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Korset adalah pakaian dalam atau pelengkap busana yang dirancang khusus untuk menyangga tubuh, memberikan bentuk tertentu pada pinggang, serta memperbaiki postur badan. Dalam sejarahnya, korset digunakan untuk memberikan efek siluet tubuh yang lebih ramping dan tegak.
Sejarah korset merupakan perjalanan panjang yang mencerminkan perubahan standar kecantikan, peran sosial, dan teknologi garmen selama berabad-abad. Penggunaan korset tertua yang tercatat berasal dari peradaban Minoan di Kreta sekitar 1600 SM.
Para wanita ketika itu menggunakan korset luar yang menonjolkan pinggang sangat ramping namun membiarkan bagian dada terbuka. Korset mulai populer di istana Eropa pada masa pemerintahan Catherine de' Medici, saat itu disebut sebagai "stays".
Seiring berjalannya waktu, kemudian fenomena penggunaan korset kembali menjadi perhatian seiring berkembangnya tren busana yang menonjolkan bentuk tubuh ideal. Di balik fungsi estetika tersebut, pemakaian korset juga memiliki konsekuensi kesehatan yang perlu dicermati secara objektif.
Dilansir dari Hellosehat.com, korset dirancang untuk menekan area perut dan pinggang sehingga siluet tubuh tampak lebih ramping dalam waktu singkat. Fungsi ini membuat korset kerap dimanfaatkan sebagai penunjang penampilan pada momen tertentu.
Di sisi lain, sebagian pengguna merasakan adanya dukungan tambahan pada bagian pinggang saat beraktivitas. Efek tersebut memberikan sensasi tubuh lebih tegak, khususnya ketika harus duduk atau berdiri dalam durasi yang cukup lama.
Meski demikian, pemakaian korset tidak terlepas dari potensi risiko apabila digunakan secara berlebihan. Tekanan yang terlalu kuat dapat membatasi ruang gerak paru-paru sehingga proses pernapasan menjadi kurang optimal.
Lebih Lanjut, tekanan pada area perut juga berpengaruh terhadap kinerja sistem pencernaan. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga memicu peningkatan asam lambung.
Selain berdampak pada pernapasan dan pencernaan, penggunaan korset dalam jangka panjang berisiko melemahkan otot inti tubuh. Ketergantungan terhadap penopang eksternal membuat fungsi alami otot perut dan punggung tidak bekerja secara maksimal.
Oleh karena itu, penggunaan korset sebaiknya dilakukan secara terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan. Kesadaran akan risiko yang menyertainya menjadi penting agar upaya memperbaiki penampilan tidak mengorbankan kesehatan tubuh secara menyeluruh. (Selpi/UGJ Cirebon)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....