Self-Serving Bias, Kenapa Kita Mudah Menganggap Diri Sendiri Paling Benar?

  • 08 Apr 2026 18:11 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pernah merasa diri sendiri paling benar saat berdebat? Atau tanpa sadar menyalahkan keadaan ketika gagal, tapi merasa hebat saat berhasil? Fenomena ini dalam psikologi disebut self-serving bias, yaitu kecenderungan manusia untuk melihat dirinya lebih positif daripada kenyataan.

Secara sederhana, self-serving bias adalah pola pikir di mana seseorang mengaitkan keberhasilan dengan faktor internal seperti kemampuan dan kerja keras, tetapi menyalahkan faktor eksternal saat mengalami kegagalan. Dilansir dari Simply Psychology, bias ini membuat kita menganggap sukses berasal dari diri sendiri, sementara kegagalan disebabkan oleh situasi atau orang lain .

Contoh paling sederhana bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Saat mendapat nilai bagus, kita berkata, “Ini karena aku pintar dan rajin.” Namun ketika nilai jelek, alasan berubah menjadi “soalnya sulit” atau “gurunya tidak jelas.” Pola ini juga dijelaskan oleh Scribbr, bahwa manusia cenderung mengambil kredit atas hal positif, tetapi menghindari tanggung jawab atas hal negatif .

Lalu, kenapa hal ini terjadi? Salah satu penyebab utamanya adalah kebutuhan menjaga harga diri (self-esteem). Otak manusia secara alami ingin merasa baik tentang dirinya sendiri. Dengan mengaitkan keberhasilan pada diri sendiri, kita merasa percaya diri. Sebaliknya, dengan “melempar” kesalahan ke luar diri, kita melindungi ego dari rasa gagal. Healthline menyebut bahwa bias ini umum terjadi dan berfungsi sebagai mekanisme untuk menjaga citra diri .

Namun, self-serving bias tidak selalu buruk. Dalam kadar tertentu, bias ini bisa membantu seseorang tetap optimis dan tidak mudah menyerah. Rasa percaya diri yang muncul bisa menjadi dorongan untuk terus mencoba dan berkembang. Bahkan, dalam kondisi sulit, cara berpikir ini dapat membantu seseorang bangkit lebih cepat.

Meski begitu, dampak negatifnya juga cukup besar jika berlebihan. Seseorang bisa menjadi sulit menerima kritik, enggan introspeksi, dan cenderung menyalahkan orang lain. Akibatnya, hubungan sosial bisa terganggu dan proses belajar dari kesalahan menjadi terhambat. Tanpa kesadaran diri, kita bisa terus mengulang kesalahan yang sama.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali self-serving bias dalam diri. Salah satu caranya adalah dengan berani mengevaluasi diri secara jujur mengakui peran kita dalam keberhasilan maupun kegagalan. Mendengarkan sudut pandang orang lain juga dapat membantu menyeimbangkan penilaian.

Pada akhirnya, merasa diri benar memang manusiawi. Namun, menjadi pribadi yang bijak berarti mampu melihat diri sendiri secara lebih objektif. Karena terkadang, bukan dunia yang salah melainkan cara kita memandangnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....