Dinkes Kuningan Imbau Jaga Imunitas di Masa Pancaroba

  • 31 Mar 2026 05:04 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Euforia pasca Idulfitri tak selalu berbanding lurus dengan kondisi tubuh. Di tengah cuaca yang kian tak menentu, masa pancaroba justru menjadi “ujian” bagi daya tahan masyarakat. Perubahan suhu yang drastis, ditambah pola makan yang belum kembali stabil, membuat tubuh rentan terserang gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS., kepada RRI pada Selasa, 31 Maret 2026, mengingatkan kunci utama menjaga kesehatan di momen ini terletak pada kedisiplinan pola makan dan istirahat. Menurutnya, banyak masyarakat yang masih “terjebak” dalam pola konsumsi khas Lebaran yang tinggi lemak dan santan.

“Intinya, untuk tetap sehat adalah lebih teratur dalam menjaga pola makan. Makan itu tidak perlu banyak, yang penting teratur dan memenuhi kebutuhan gizi serta kalori setiap orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali setelah sebulan menjalani pola makan saat puasa. Ketika pola tersebut berubah drastis, sistem pencernaan bisa mengalami gangguan, mulai dari perut tidak nyaman hingga penyakit seperti maag dan sembelit.

Lebih jauh, dr. Edi menekankan pentingnya keseimbangan gizi dalam setiap hidangan. Karbohidrat, protein, lemak, hingga mineral harus terpenuhi secara proporsional. Ia juga mendorong masyarakat untuk kembali melirik pangan lokal yang lebih sehat dan mudah dijangkau.

“Standar gizi itu berbeda-beda untuk setiap jenjang usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Untuk kelompok produktif, kebutuhan kalorinya tentu lebih besar dibanding lansia yang aktivitas fisiknya sudah mulai berkurang,” katanya.

Tak kalah penting, kualitas istirahat juga menjadi fondasi imunitas. Di tengah aktivitas yang mulai kembali normal, masyarakat diingatkan untuk tidak mengabaikan waktu tidur.

“Pola tidur itu minimal 6 sampai 8 jam per hari. Kombinasi antara pola makan dan pola istirahat yang bagus adalah cara paling simpel untuk menjaga imunitas. Jika imunitas kuat, insyaallah fisik kita akan kuat menghadapi cuaca pancaroba ini,” ucapnya.

Dengan menjaga keseimbangan antara asupan bergizi dan istirahat yang cukup, masyarakat diharapkan mampu melewati masa pancaroba tanpa gangguan berarti tetap sehat, tetap produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....