Tips Lindungi Mata Anak dari Paparan Gadget Berlebih

  • 24 Mar 2026 10:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas anak-anak, baik untuk belajar maupun hiburan. Namun, durasi menatap layar yang terlalu lama tanpa jeda berisiko menyebabkan Computer Vision Syndrome atau kelelahan mata digital. Gejalanya bisa berupa mata merah, kering, sering berkedip, hingga penglihatan kabur.

Dilansir dari mayapadahospital.com Rabu, 02 September 2020 Dokter Maria Larasati, Sp.M, Dokter Spesialis Mata dari Mayapada Hospital Tangerang (MHTG) memberikan beberapa tips untuk Anda sebagai orang tua dalam menghadapi kegiatan home learning bersama anak:

1. Agar mata tidak terlalu lelah menatap layer

Sebaiknya anak diberikan screen time atau waktu menatap layar. Screen time yang baik untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan adalah seminimal mungkin. Penggunaan gadget pun direkomendasi menggunakan gadget dengan layar yang besar (lebih baik tidak menggunakan handphone).

2. Postur duduk anak juga penting untuk diperhatikan

Anak lebih baik duduk di kursi yang dilengkapi dengan meja, selain agar terlihat lebih formal, gadget pun akan berada di depan anak sejajar dengan eye level.

3. Pencahayaan di rumah juga lebih baik diatur

Agar mata tidak bekerja terlalu berat jika terlalu terang atau terlalu gelap. Meskipun begitu, jika melakukan home learning bersama dengan guru dan terdapat jadwal yang telah disediakan oleh sekolah, Anda sebagai orang tua dapat melakukan tips 20-20-20 pada anak. Penjelasannya sebagai berikut:

4. Terapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit di depan layar, lakukan istirahat mata selama 20 detik untuk melihat keluar sejauh 20 feet (atau 6 meter). Kelelahan mata anak dapat diredakan dengan break selama 20 detik melihat lingkungan di sekeliling diri anak. Minta anak juga untuk tidak lupa mengedip. Hal ini untuk menghindari mata menjadi kering.

5. Pemeriksaan mata

Untuk orang tua, terdapat riwayat pada keluarga dengan minus tinggi, ada baiknya anak-anak di usia 4-6 tahun melakukan screening ke dokter mata. Mata anak harus dipastikan tidak ada kelainan refraksi yang perlu dikoreksi terlebih dahulu agar anak lebih nyaman melakukan home learning secara online. Saat screening, dokter mata akan melihat apakah anak memiliki kelainan yang harus dikoreksi menggunakan kacamata atau mungkin ada kelainan yang dapat melihat penglihatan bermasalah tapi tidak dapat dikoreksi dengan kacamata. Screening mata pada anak di usia 4-6 tahun dilakukan karena anak sudah mulai kooperatif, dapat diberikan pertanyaan mengenai gambar dan huruf/angka. Dokter mata akan menilai ketajaman penglihatannya, jika terjadi kelainan akan dilakukan tindakan seperti contohnya adalah menggunakan kacamata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....