Tiga Manfaat Lari saat Menjalankan Ibadah Puasa
- 11 Mar 2026 16:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Siapa bilang puasa menjadi alasan untuk berhenti bergerak? Belakangan ini, tren ngabuburit dengan berolahraga, khususnya lari, semakin digemari masyarakat urban. Meski tubuh tidak mendapat asupan cairan dan nutrisi selama belasan jam, aktivitas lari yang terukur justru menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.
Dilansir dari siloamhospitals.com Jumat, 06 Maret 2026 Jika dilakukan dengan tepat, lari saat puasa menawarkan sejumlah manfaat kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Berikut adalah beberapa manfaat lari saat puasa:
1. Meningkatkan Pemecahan Lemak (Lipolisis)
Ketika tubuh tidak menerima asupan makanan dalam beberapa jangka waktu tertentu, kadar glikogen (cadangan glukosa) dalam otot dan hati akan berkurang. Dalam kondisi ini, tubuh mulai lebih mengandalkan cadangan lemak sebagai sumber energi alternatif.
Saat lari dalam kondisi puasa, tubuh memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi utama. Studi yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine (2020) menjelaskan bahwa proses ini memicu lipolisis, yaitu pemecahan lemak menjadi asam lemak bebas (free fatty acids) dan gliserol. Keduanya kemudian digunakan sebagai “bahan bakar” saat berlari.
2. Melatih Adaptasi Energi Tubuh
Saat berlari dalam kondisi berpuasa, tubuh akan mengalihkan sumber energinya ke cadangan lemak dan glukosa yang tersimpan. Seiring waktu, tubuh menjadi lebih efisien dalam mengatur penggunaan cadangan energi saat beraktivitas.Namun, adaptasi ini tidak terjadi secara instan dan tidak selalu meningkatkan performa. Faktor seperti kualitas tidur, kecukupan nutrisi saat berbuka, dan intensitas latihan tetap berperan besar dalam menentukan hasilnya.
3. Mengurangi Masalah Pencernaan
Bagi sebagian orang, berlari terkadang memicu gangguan pencernaan, seperti kram perut, mual, hingga diare. Saat berlari, aliran darah lebih banyak dialihkan ke otot sehingga fungsi pencernaan melambat. Selain itu, gerakan tubuh yang berulang juga dapat memicu rasa tidak nyaman, terutama jika masih ada makanan di dalam lambung.
Berolahraga dalam keadaan puasa dapat membantu mengurangi masalah ini karena perut dalam keadaan kosong, sehingga sistem pencernaan tidak terganggu oleh guncangan saat berlari. Karena itu, berlari saat puasa cenderung memberikan rasa nyaman pada pencernaan, terutama bagi yang sering merasa mual atau tidak enak badan jika berolahraga setelah makan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....