Jangan Salah Kaprah, Utamakan Kurma saat Berbuka dengan yang Manis

  • 02 Mar 2026 18:42 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Anjuran berbuka dengan yang manis kerap dimaknai secara keliru oleh sebagian masyarakat. Banyak orang memilih sirup, kue, dan jajanan manis dalam jumlah berlebihan tanpa memahami makna sebenarnya.

Menurut Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Musrifah, S.Gz., menjelaskan bahwa tujuan berbuka dengan yang manis adalah menggantikan energi yang hilang secara cepat. “Persepsi manis di masyarakat sering salah kaprah, seolah semua yang manis-manis seperti sirup dan kue itu dianjurkan,” ujarnya kepada RRI baru baru ini.

Ia menerangkan bahwa contoh yang dicontohkan Rasulullah adalah kurma, bukan makanan manis olahan tinggi gula tambahan. Kurma mengandung gula alami sekaligus serat dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.

“Di dalam kurma bukan hanya sekadar gula, tetapi juga ada serat dan beberapa jenis mineral seperti magnesium,” ujarnya.

Kandungan serat dalam kurma juga membantu mencegah sembelit yang kerap terjadi saat puasa akibat kurangnya asupan cairan dan makanan. Hal ini menjadikan kurma lebih sehat dibandingkan minuman manis tinggi gula tanpa nutrisi tambahan.

Musrifah menegaskan bahwa masyarakat tetap boleh mengonsumsi makanan manis, tetapi harus dalam batas wajar dan tidak berlebihan. Prinsipnya adalah mengutamakan sumber gula alami dan tetap memperhatikan keseimbangan gizi.

“Yang penting tujuannya mengganti energi dengan cara yang sehat, bukan sekadar mengejar rasa manis,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....