Bijak Konsumsi Manis saat Berbuka Puasa

  • 26 Feb 2026 16:26 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Bulan Ramadan menghadirkan tantangan kesehatan yang kerap dialami masyarakat, terutama terkait pola makan saat berbuka dan sahur. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis secara berlebihan menjadi salah satu pemicu gangguan kondisi tubuh saat berpuasa.

Ahli Gizi RSD Gunung Jati Cirebon, dr. Muhammad Fahri Firdaus, Sp.GK., menilai pemahaman tentang anjuran berbuka dengan yang manis sering kali kurang tepat. Menurutnya, anjuran tersebut seharusnya dimaknai secukupnya, bukan berlebihan.

“Kalau dicontohkan, berbuka cukup dengan tiga butir kurma, bukan ditambah kolak, cendol, dan kue berlebihan,” ujarnya pada RRI Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan konsumsi gula berlebih saat berbuka dapat memicu fenomena hipoglikemia postprandial, yakni penurunan gula darah setelah makan. Kondisi ini terjadi karena lonjakan hormon insulin yang terlalu tinggi sehingga gula darah justru turun drastis.

“Akibatnya otak kekurangan asupan gula dan menimbulkan rasa ngantuk, termasuk saat pelaksanaan tarawih,” katanya.

Selain berbuka, komposisi makanan saat sahur juga perlu diperhatikan agar energi bertahan lebih lama. Ia menyarankan memperbanyak sayur, protein, dan buah, serta mengurangi porsi nasi atau karbohidrat sederhana.

“Kalau ingin energi lebih stabil, perbanyak serat dan protein, tambahkan karbohidrat kompleks, serta konsumsi buah dengan kandungan air tinggi,” ucap Muhammad Fahri Firdaus.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa minum air dalam jumlah banyak sekaligus dapat mencegah haus sepanjang hari. Menurutnya, cairan berlebih justru akan cepat dikeluarkan tubuh sehingga tidak efektif menjaga hidrasi.

“Buah seperti melon, semangka, pepaya, pir, apel, dan jeruk bisa membantu asupan cairan lebih stabil selama puasa,” ujarnya.

Dengan pola makan seimbang dan tidak berlebihan, dr. Fahri berharap masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan kondisi tubuh tetap bugar. Edukasi gizi yang tepat dinilai penting agar Ramadan menjadi momentum menjaga kesehatan, bukan sebaliknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....