Puasa Lancar dengan Tidur Berkualitas
- 23 Feb 2026 18:04 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Bulan Ramadhan sering membuat pola tidur berubah drastis. Bangun lebih awal untuk sahur, tidur lebih larut karena ibadah atau aktivitas malam, membuat banyak orang merasa kurang istirahat. Akibatnya, tubuh mudah lemas dan konsentrasi menurun di siang hari.
Perubahan ini bukan hal sepele. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep and Biological Rhythms menunjukkan bahwa selama Ramadhan terjadi pergeseran ritme sirkadian jam biologis tubuh yang dapat memengaruhi kualitas tidur dan tingkat energi harian.
Studi lain dalam Journal of Sleep Research menemukan bahwa durasi tidur selama Ramadhan cenderung lebih pendek, terutama pada minggu pertama. Kurang tidur dapat berdampak pada fokus, suasana hati, dan produktivitas.
Meski demikian, kualitas tidur tetap bisa dijaga dengan pengaturan yang tepat. Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa idealnya membutuhkan 7–9 jam tidur per hari untuk menjaga fungsi kognitif dan kesehatan mental.
| Baca juga: Menjaga Kolesterol dimomen Iduladha |
Salah satu strategi yang disarankan para ahli adalah membagi waktu tidur. Jika tidur malam lebih singkat karena sahur, tidur siang singkat 20–30 menit (power nap) dapat membantu memulihkan energi tanpa mengganggu tidur malam.
Selain itu, menjaga konsistensi waktu tidur sangat penting. Riset dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa jadwal tidur yang teratur membantu tubuh menyesuaikan ritme biologis meskipun terjadi perubahan pola aktivitas.
Menghindari konsumsi kafein berlebihan setelah berbuka dan membatasi penggunaan gawai sebelum tidur juga membantu meningkatkan kualitas istirahat. Cahaya biru dari layar diketahui dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur rasa kantuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....