Sakit Kepala saat Puasa? Lakukan 5 Jurus ini
- 20 Feb 2026 15:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Mengalami sakit kepala atau sefalgia saat sedang menjalankan ibadah puasa merupakan tantangan fisik yang sering kali menggoda seseorang untuk segera membatalkan puasanya. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penurunan kadar gula darah (hipoglikemia), dehidrasi ringan, hingga efek penarikan kafein bagi penikmat kopi berat.
Alih-alih langsung mencari obat pereda nyeri yang mengharuskan Anda minum, terdapat berbagai teknik alami yang dapat dilakukan untuk meredakan denyut di kepala tanpa mengganggu sahnya ibadah puasa hingga waktu maghrib tiba. Langkah pertama yang paling efektif adalah melakukan kompres dingin pada area dahi atau belakang leher untuk menyempitkan pembuluh darah yang melebar.
| Baca juga: Daftar Penyakit yang Disebabkan oleh Virus |
Selain itu, teknik pijat akupresur pada titik Hegu —yakni area berdaging di antara ibu jari dan telunjuk— telah terbukti secara klinis mampu mengirimkan sinyal ke otak untuk meredakan rasa nyeri. Mengatur sirkulasi udara di dalam ruangan dan menjauhkan diri sejenak dari paparan layar gawai (gadget) juga sangat membantu menurunkan ketegangan saraf yang memperparah rasa pening di kepala.
Penting untuk dipahami bahwa sakit kepala saat puasa sering kali merupakan sinyal dari otak yang kekurangan suplai oksigen dan cairan. Menanggapi fenomena ini, para ahli kesehatan menekankan pentingnya manajemen hidrasi yang tepat sejak waktu berbuka hingga sahur sebagai langkah pencegahan primer.
| Baca juga: Gejala Hanta Virus yang harus diketahui |
Dengan menjaga pola istirahat yang berkualitas dan menghindari paparan panas matahari yang berlebihan di siang hari, tubuh akan lebih stabil dalam mengelola energi meskipun tanpa asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Sejalan dengan hal tersebut, para pakar dari lembaga kesehatan ternama dunia, Mayo Clinic, menyoroti bahwa perubahan pola makan dan tidur memang menjadi pemicu utama migrain atau sakit kepala tegang.
Dalam salah satu laporannya mengenai penanganan nyeri tanpa obat, mereka menyatakan: "Manajemen stres dan teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam atau meditasi, dapat membantu mengurangi intensitas sakit kepala tanpa memerlukan intervensi kimiawi, karena membantu menenangkan sistem saraf yang terlalu aktif."
Anda diimbau untuk tetap tenang saat sakit kepala menyerang dan tidak terburu-buru mengambil tindakan medis kecuali jika nyeri terasa tak tertahankan atau disertai muntah hebat. Kunci utama menghadapi ketidaknyamanan ini adalah dengan mendengarkan sinyal tubuh dan memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat melalui power nap atau tidur singkat di siang hari.
Dengan penanganan mandiri yang tepat, ibadah puasa tetap dapat berjalan lancar hingga hari kemenangan tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....