Konsumsi Susu Bagi Anak Di Atas Lima Tahun
- 02 Feb 2026 17:25 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Memasuki usia di atas lima tahun, banyak orang tua mulai mempertanyakan apakah susu masih menjadi kebutuhan pokok bagi buah hati mereka. Pada fase ini, anak-anak memang sudah beralih ke pola makan keluarga yang lebih bervariasi dan padat.
Namun, anggapan bahwa susu tidak lagi dibutuhkan adalah sebuah kekeliruan yang perlu diluruskan secara bijak. Susu tetap memegang peranan vital sebagai pendukung nutrisi yang mungkin tidak terpenuhi secara maksimal dari makanan harian saja.
Alasan utama anak usia sekolah masih membutuhkan susu adalah untuk menjaga kepadatan tulang dan pertumbuhan gigi. Masa ini merupakan periode emas pertumbuhan di mana tubuh menyimpan kalsium dalam jumlah besar untuk masa depan.
Tanpa asupan kalsium yang cukup dari produk susu atau olahannya, anak berisiko memiliki tulang yang rapuh saat beranjak dewasa. Oleh karena itu, susu berfungsi sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi kerangka tubuh mereka.
Selain kalsium, susu adalah sumber Vitamin D yang paling mudah diakses untuk membantu penyerapan mineral dalam tubuh. Di Indonesia, meskipun matahari berlimpah, banyak anak kekurangan Vitamin D karena kurangnya aktivitas luar ruangan atau pola makan yang tidak seimbang.
Susu yang telah difortifikasi mampu menutup celah defisiensi ini secara efektif. Kehadiran Vitamin D dan kalsium yang bekerja secara sinergis sangat krusial untuk mencegah gangguan pertumbuhan tinggi badan.
Kandungan protein berkualitas tinggi dalam susu juga berperan penting dalam mendukung perkembangan otot dan fungsi kognitif anak. Protein hewani dari susu memiliki profil asam amino lengkap yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Anak yang aktif bergerak dan banyak belajar membutuhkan asupan energi yang stabil agar tidak cepat lelah. Susu dapat menjadi sumber energi tambahan yang praktis di sela-sela aktivitas sekolah mereka yang padat.
Namun, orang tua perlu memperhatikan porsi pemberian susu agar tidak berlebihan dan mengganggu nafsu makan. Konsumsi yang disarankan adalah sekitar dua gelas sehari agar kebutuhan nutrisi terpenuhi tanpa membuat anak merasa terlalu kenyang saat waktu makan utama tiba.
Jika anak mengonsumsi susu secara berlebihan, mereka mungkin akan melewatkan asupan serat dari sayur dan buah yang juga sangat penting. Keseimbangan antara susu dan makanan padat adalah kunci utama gizi seimbang.
Jenis susu yang diberikan juga harus mulai diperhatikan seiring bertambahnya usia anak. Sebaiknya pilihlah susu yang rendah gula tambahan untuk menghindari risiko karies gigi dan obesitas di masa kanak-kanak.
Susu putih tanpa rasa atau plain adalah pilihan terbaik dibandingkan susu berperisa yang sering kali mengandung pemanis buatan dalam jumlah tinggi. Membiasakan lidah anak dengan rasa alami akan membantu mereka membentuk kebiasaan makan sehat hingga dewasa nanti.
Susu tetap menjadi pelengkap nutrisi yang sangat berharga bagi anak di atas usia lima tahun. Meskipun bukan lagi sumber makanan tunggal, manfaatnya dalam menyediakan kalsium, protein, dan vitamin sulit digantikan sepenuhnya oleh bahan pangan lain.
Dengan pemberian porsi yang tepat dan pemilihan jenis yang sehat, susu akan terus mengawal tumbuh kembang anak secara optimal. Orang tua diharapkan tetap konsisten memberikan susu sebagai bagian dari gaya hidup sehat keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....