Kenali Penyebab Jerawat Hormon

  • 29 Jan 2026 18:52 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Jerawat tidak selalu soal wajah yang jarang dibersihkan. Banyak orang sudah rajin menggunakan skincare, tapi jerawat tetap muncul, terutama di area dagu, rahang, dan leher. Bisa jadi itu adalah jerawat hormon, jenis jerawat yang berkaitan erat dengan perubahan hormon dalam tubuh.

Jerawat hormon terjadi ketika fluktuasi hormon terutama androgen meningkatkan produksi minyak (sebum) pada kulit. Menurut Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology (2017), kelebihan sebum membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab jerawat.

Kondisi ini sering dialami remaja, perempuan menjelang menstruasi, saat kehamilan, atau pada usia dewasa muda. Penelitian dalam Dermato-Endocrinology (2012) menjelaskan bahwa perubahan kadar estrogen dan progesteron memengaruhi keseimbangan minyak kulit, sehingga jerawat muncul secara berulang di waktu tertentu.

Ciri khas jerawat hormon biasanya berbentuk jerawat meradang, terasa nyeri, dan muncul di bagian bawah wajah. Menurut American Academy of Dermatology, pola lokasi ini menjadi pembeda utama antara jerawat hormon dan jerawat akibat faktor eksternal seperti kosmetik atau polusi.

Stres juga berperan besar dalam memperparah jerawat hormon. Studi dalam Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology (2016) menunjukkan bahwa hormon kortisol yang meningkat saat stres dapat merangsang produksi minyak berlebih dan memperparah peradangan jerawat.

Selain itu, pola makan ikut memengaruhi kondisi ini. Penelitian Journal of the American Academy of Dermatology (2016) menemukan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu lonjakan insulin, yang berhubungan dengan peningkatan hormon androgen dan munculnya jerawat hormon.

Penanganan jerawat hormon tidak bisa instan. American Academy of Dermatology merekomendasikan kombinasi perawatan kulit yang lembut, manajemen stres, pola makan seimbang, dan konsultasi medis jika jerawat bersifat parah atau menetap.

Penting untuk dipahami bahwa jerawat hormon bukan tanda kulit kotor atau kurang perawatan. Kondisi ini adalah respons alami tubuh terhadap perubahan hormon yang bisa dialami siapa saja.

Dengan memahami penyebabnya, jerawat hormon bisa dikelola dengan lebih bijak. Fokus pada konsistensi perawatan dan gaya hidup sehat akan membantu kulit berangsur membaik, tanpa perlu menyalahkan diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....