Mengenali Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue (DBD)
- 14 Des 2025 20:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Karena gejalanya sering menyerupai flu biasa atau infeksi virus lainnya, banyak orang yang mengabaikannya di awal.
Mengenali ciri-ciri khas DBD sangat penting, terutama untuk membedakan antara demam biasa dengan kondisi yang berpotensi fatal ini.
Tiga Fase Penyakit DBD
Penting untuk dipahami bahwa DBD berkembang melalui tiga fase utama. Gejala yang muncul di setiap fase memiliki tingkat urgensi yang berbeda:
1. Fase Demam (Hari ke-1 sampai ke-3)
Ini adalah fase awal, di mana gejala tampak umum tetapi terjadi secara mendadak.
• Demam Tinggi Mendadak (Fever Onset): Ciri khas utama DBD adalah demam tinggi yang muncul mendadak, bisa mencapai 40°C atau lebih. Demam ini seringkali digambarkan sebagai "demam pelana kuda" (naik-turun).
• Nyeri Kepala Berat: Pasien sering mengeluh sakit kepala yang parah, terutama di bagian depan.
• Nyeri Belakang Mata (Retro-orbital Pain): Rasa sakit tajam saat menggerakkan mata adalah ciri yang cukup spesifik untuk DBD.
• Nyeri Otot dan Sendi (Mialgia dan Atralgia): Rasa sakit pada otot, tulang, dan sendi yang sangat hebat, sehingga DBD sering dijuluki "Breakbone Fever."
• Ruam Kulit Ringan: Beberapa pasien mungkin mengalami ruam kemerahan ringan pada wajah atau leher di awal demam.
• Gejala Non-Spesifik: Mual, muntah, dan kurang nafsu makan.
2. Fase Kritis (Hari ke-4 sampai ke-7)
Ini adalah fase paling berbahaya, di mana demam mulai turun. Penurunan demam bukan berarti pasien sembuh, melainkan tanda bahaya bahwa DBD telah memasuki fase kritis.
• Defeversence (Demam Turun): Suhu tubuh turun drastis hingga mendekati normal atau normal. Banyak orang keliru menganggap ini sebagai pemulihan.
• Peningkatan Risiko Syok: Dalam fase ini, kebocoran plasma dari pembuluh darah ke jaringan tubuh dapat terjadi.
• Tanda-Tanda Bahaya (Wajib Segera ke Rumah Sakit):
- Nyeri Perut Hebat: Rasa sakit terus-menerus di perut kanan atas.
- Muntah Terus-Menerus: Muntah lebih dari 3-4 kali per jam.
- Perdarahan: Munculnya bintik-bintik merah kecil di kulit (petekie), mimisan (epistaksis), gusi berdarah, atau memar.
- Lemas dan Gelisah: Pasien menjadi sangat lemah, lesu, atau sebaliknya sangat gelisah dan rewel.
- Akumulasi Cairan: Sulit bernapas karena penumpukan cairan di paru-paru.
- Tanda Syok: Kulit dingin, lembap, dan berkeringat, terutama di ujung tangan dan kaki.
Pemantauan ketat pada Fase Kritis adalah kunci untuk mencegah Dengue Shock Syndrome (DSS), komplikasi yang mengancam jiwa.
3. Fase Pemulihan (Hari ke-7 ke atas)
Jika pasien berhasil melewati fase kritis tanpa komplikasi berat, ia akan memasuki fase penyembuhan.
• Stabilitas Cairan Tubuh: Cairan plasma yang bocor mulai diserap kembali ke dalam pembuluh darah.
• Perbaikan Kondisi: Nafsu makan kembali, pasien mulai buang air kecil lebih sering.
• Ruam Pemulihan: Muncul ruam merah yang lebih besar, sering disertai rasa gatal, yang disebut "ruam pulau di lautan putih" (islands of white in a sea of red).
• Peningkatan Trombosit: Jumlah trombosit dan sel darah putih mulai kembali normal.
Cara Memastikan (Diagnosis Medis)
Meskipun ciri-ciri di atas memberikan indikasi kuat, diagnosis pasti DBD hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium:
• Tes NS1 (Non-Structural Protein 1): Dilakukan pada hari-hari awal demam (biasanya Hari 1-5). Hasil positif menunjukkan infeksi dengue.
• Pemeriksaan Trombosit: Penurunan jumlah trombosit (trombositopenia) adalah penanda utama keparahan DBD.
• Pemeriksaan Hematokrit: Peningkatan hematokrit (pengentalan darah) menandakan adanya kebocoran plasma yang signifikan.
Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami demam tinggi mendadak lebih dari 2 hari yang disertai nyeri belakang mata dan sakit kepala hebat, segera periksakan diri ke dokter untuk menjalani tes darah. Kewaspadaan terhadap tanda-tanda bahaya pada Fase Kritis adalah langkah penyelamat hidup yang mutlak diperlukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....