Mengapa Makan Kurma Sebaiknya Ganjil?

  • 02 Apr 2023 10:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Makan kurma dianjurkan sebagai makanan awal berbuka puasa. Jumlah yang dimakan juga dianjurkan dalam jumlah ganjil sesuai kebiasaan yang diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW dan ini bagian dari sunnah.

“Barang siapa yang sarapan dengan tujuh butir kurma ajwa, maka tidak berbahaya baginya pada hari itu racun maupun sihir." (HR Bukhari)

Kenapa makan kurma harus ganjil adalah sebuah anjuran dalam agama Islam dan bukanlah sebuah kewajiban. Selain karena sunnah, makan kurma harus ganjil dan dalam jumlah sederhana (tidak berlebihan) ada alasan medisnya.

Praktisi kesehatan dan anggota Lembaga Penelitian dan Pengembangan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara dr. Titik Kusumawinakhyu melansir dari Antara, menjelaskan alasan medis kenapa makan kurma harus ganjil dan tidak berlebihan.

Ini karena ketika seseorang mengonsumsi kurma dalam jumlah banyak saat buka puasa khususnya, dipastikan akan memperberat metabolisme dan meningkatkan kadar glukosa pengonsumsinya. Makan kurma dalam jumlah sederhana, sejatinya sudah cukup untuk mengembalikan energi saat berbuka puasa.

Sunnah Rasulullah SAW

Kenapa makan kurma harus ganjil? Makan kurma harus ganjil seperti 1, 3, atau 7 merupakan bagian dari sunnah Rasulullah. Ini adalah praktik yang dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu kebiasaan makan beliau.

Terdapat beberapa hadis yang menunjukkan alasan kenapa makan kurma harus ganjil. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW berkata:

“Jika salah satu dari kalian ingin berbuka puasa, maka lakukanlah dengan kurma, karena kurma adalah makanan yang penuh berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sumber: krjogja.com


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....