Kenali Avoidant Personality Disorder
- 25 Nov 2025 16:41 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Merasa malu sesekali merupakan bagian normal dari kehidupan. Namun, ketika rasa malu itu muncul secara berlebihan dan diikuti ketakutan akan penolakan atau kritik, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya avoidant personality disorder (AVPD) atau gangguan kepribadian menghindar.
Gangguan ini membuat penderitanya cenderung menarik diri dari interaksi sosial dan merasa sangat cemas saat harus berhubungan dengan orang lain. Dilansir dari laman alodokter.com, penderita AVPD biasanya kerap merasa rendah diri, takut mendapat penilaian negatif, dan sulit membuka diri untuk menjalin kedekatan dengan orang lain.
Berbeda dari sifat pemalu biasa, gangguan ini muncul karena faktor yang lebih kompleks. Meski penyebab pastinya belum diketahui, AVPD diperkirakan berkaitan dengan faktor genetik serta pengalaman traumatis masa lalu, seperti pelecehan, pola asuh yang kurang suportif, atau kurangnya kasih sayang dari orang tua.
Gejala AVPD umumnya mulai terlihat sejak masa kanak-kanak dan semakin tampak ketika penderitanya tumbuh dewasa. Selain rasa malu yang berlebihan, penderita juga sering menghindari aktivitas baru karena takut gagal, terlalu sensitif terhadap kritik, memiliki pemikiran negatif, kesulitan membuat keputusan, dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
Namun, tidak semua gejala tersebut secara otomatis menandakan AVPD. Kondisi ini baru dapat dicurigai jika gejala berlangsung lama dan menghambat kehidupan sehari-hari.
Menangani gangguan kepribadian menghindar bukanlah hal mudah karena berkaitan dengan pola pikir yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Banyak penderita bahkan tidak menyadari bahwa mereka membutuhkan bantuan.
Jika tidak ditangani, AVPD dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, serangan panik, hingga keinginan menyakiti diri sendiri. Penanganan AVPD biasanya melibatkan psikoterapi, seperti terapi kognitif perilaku, yang bertujuan membantu pasien membangun pola pikir baru dan meningkatkan kemampuan berinteraksi.
Dalam beberapa kasus, obat-obatan seperti anti depresan atau anti ansietas juga diperlukan untuk mengatasi gejala penyerta. Mengenali tanda-tandanya sejak dini dan berkonsultasi dengan tenaga profesional sangat penting agar kondisi ini tidak semakin berdampak pada kualitas hidup penderita. (Sumber: alodokter.com/Serly Marlina/IPB Cirebon)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....