Demam Sering Ikuti Sakit Tenggorokan, Ini Alasannya

  • 28 Agt 2025 10:21 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Sakit tenggorokan merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Menariknya, kondisi ini sering diikuti dengan demam yang membuat penderita merasa semakin tidak nyaman. Para ahli menyebutkan bahwa gejala tersebut sebenarnya merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi.

Demam adalah tanda tubuh sedang bekerja melawan kuman. Ketika terjadi infeksi, tubuh akan mengeluarkan zat kimia tertentu yang memicu peningkatan suhu. Proses ini justru membantu melawan mikroorganisme penyebab sakit.

Sakit tenggorokan sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari virus seperti influenza dan adenovirus, hingga bakteri berbahaya seperti Streptococcus pyogenes. Infeksi inilah yang kemudian merangsang sistem kekebalan untuk melakukan perlawanan dengan menaikkan suhu tubuh.

Menurut penjelasan medis, ketika suhu tubuh meningkat, kuman akan kesulitan berkembang biak. Selain itu, sel-sel imun juga akan bekerja lebih aktif. Itulah sebabnya demam sering dianggap sebagai mekanisme pertahanan alami tubuh, meskipun membuat penderita merasa lemah.

Namun, tidak semua sakit tenggorokan berhubungan dengan infeksi. Beberapa kasus bisa muncul akibat iritasi, misalnya karena asap rokok, udara kering, atau asam lambung yang naik ke tenggorokan. Pada kondisi seperti ini, demam biasanya tidak muncul karena tidak ada kuman yang dilawan oleh tubuh.

Gejala sakit tenggorokan akibat infeksi biasanya disertai pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher, rasa nyeri saat menelan, hingga muncul bercak putih pada amandel. Kondisi tersebut lebih sering diikuti demam, terutama jika penyebabnya adalah bakteri.

Meski begitu, masyarakat tetap diimbau waspada. Jika demam berlangsung lebih dari tiga hari dengan suhu tinggi di atas 38,5 derajat Celsius, disertai kesulitan bernapas atau ruam pada kulit, maka pemeriksaan medis segera diperlukan untuk mencegah komplikasi.

Dengan memahami hubungan antara sakit tenggorokan dan demam, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menjaga kesehatan. Menjaga daya tahan tubuh, rajin mencuci tangan, dan menghindari paparan polusi menjadi langkah sederhana yang efektif untuk mencegah infeksi saluran pernapasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....