Waspadai Bahaya Tersembunyi di Balik Manisnya Leci
- 22 Jul 2025 21:47 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Meskipun dikenal dengan rasa manis dan segar, konsumsi leci, terutama dalam jumlah berlebihan atau pada kondisi tertentu, ternyata menyimpan beberapa potensi risiko bagi kesehatan. Salah satu bahaya utama leci terletak pada kandungan hypoglycin A dan methylenecyclopropylglycine (MCPG), dua senyawa alami yang dapat mengganggu proses metabolisme glukosa dalam tubuh.
Senyawa ini, terutama dalam leci yang belum matang, bisa menghambat produksi glukosa oleh hati (glukoneogenesis). Kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi individu yang kurang gizi atau anak-anak yang belum makan, karena dapat memicu penurunan drastis kadar gula darah atau hipoglikemia akut, yang dalam kasus ekstrem bisa berujung pada kejang, koma, bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
Selain risiko hipoglikemia, leci juga berpotensi memicu reaksi alergi pada beberapa orang. Gejala alergi leci bisa bervariasi mulai dari yang ringan seperti gatal-gatal di mulut dan tenggorokan, ruam kulit, hingga gejala yang lebih parah seperti pembengkakan wajah atau tenggorokan, kesulitan bernapas, dan anafilaksis. Reaksi alergi ini disebabkan oleh protein tertentu dalam buah leci yang dikenali sebagai alergen oleh sistem imun tubuh yang sensitif. Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap buah-buahan tertentu, disarankan untuk berhati-hati saat mengonsumsi leci atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Penting untuk diingat bahwa bahaya-bahaya ini umumnya muncul pada kondisi tertentu dan tidak berarti leci adalah buah yang harus dihindari sepenuhnya. Konsumsi leci yang wajar dan dalam kondisi matang sempurna, terutama setelah makan, umumnya aman bagi sebagian besar orang. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya bagi anak-anak kecil, individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes, atau mereka yang sedang dalam kondisi puasa atau malnutrisi. Selalu pastikan leci yang dikonsumsi sudah matang sepenuhnya dan hindari mengonsumsinya saat perut kosong untuk meminimalkan potensi risiko yang tidak diinginkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....