Apa itu Limfoma, Penyebab dan Gejalanya?

  • 23 Mei 2025 12:38 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Limfoma atau kanker kelejar getah bening adalah jenis kanker yang berasal dari sistem limfatik, yaitu jaringan yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Sistem limfatik terdiri dari kelenjar getah bening (limfonodus), pembuluh getah bening, limpa, timus, dan sumsum tulang. Limfoma terjadi ketika sel-sel limfosit (sejenis sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi) di dalam sistem limfatik tumbuh tidak terkendali dan abnormal. Sel-sel abnormal ini dapat menumpuk di kelenjar getah bening dan organ lain, menyebabkan pembengkakan dan gangguan fungsi tubuh.

Dilansir dari laman alodokter.com, ada dua jenis utama limfoma yakni Hodgkin's Lymphoma dan Non-Hodgkin's Lymphoma.

• Limfoma Hodgkin (Hodgkin's Lymphoma): Jenis limfoma ini ditandai dengan adanya sel abnormal spesifik yang disebut sel Reed-Sternberg. Limfoma Hodgkin cenderung menyebar secara teratur dari satu kelompok kelenjar getah bening ke kelompok lainnya.

• Limfoma Non-Hodgkin (Non-Hodgkin's Lymphoma): Ini adalah kelompok besar limfoma yang mencakup semua jenis limfoma yang bukan limfoma Hodgkin. Ada banyak subtipe limfoma non-Hodgkin, yang berbeda dalam jenis sel limfosit yang terlibat, tingkat pertumbuhan, dan respons terhadap pengobatan. Beberapa subtipe umum termasuk limfoma sel B besar difus, limfoma folikular, dan limfoma sel mantel.

Lantas apakah limfoma berbeda dari leukemia? Jawabannya adalah Limfoma berbeda dari leukemia kendatipun kondisi keduanya tersebut sama-sama menyerang sel darah putih. Leukemia berawal di sumsum tulang, sedangkan limfoma acapkali dimulai dari sel darah putih di kelenjar getah bening.

Meskipun asal mula pasti lymphoma (limfoma) belum secara pasti diketahui. Akan tetapi ada ragam faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena limfoma, diantaranya: usia lanjut, riwayat keluarga dengan limfoma, Infeksi tertentu (seperti virus Epstein-Barr (EBV) atau bakteri Helicobacter pylori), gangguan sistem kekebalan tubuh (misalnya, HIV/AIDS atau penyakit autoimun), paparan bahan kimia tertentu atau pernah menjalani transplantasi organ.

Dan bagaimana kemudian seseorang dapat mengetahui jika terdampak limfoma? Gejala limfoma dapat bervariasi tergantung pada jenis, lokasi, dan stadium penyakit. Meski demikian pada gejala utama limfoma dapat dilihat dari timbulnya benjolan yang muncul di beberapa bagian tubuh, seperti leher, ketiak, atau selangkangan, akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Selain pembengkakan kelenjar getah bening, limfoma dapat menimbulkan gejala lainnya seperti demam, gatal-gatal, cepat lelah, batuk, berkeringat pada malam hari, berat badan turun drastis dan sesak napas.

Lalu apakah limfoma dapat diobati? Ya, limfoma dapat diobati, dan pada banyak kasus, bahkan dapat disembuhkan. Oleh karenanya penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis hematologi-onkologi untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana pengobatan yang paling sesuai dengan jenis dan stadium limfoma yang Anda alami.

Penting untuk dicatat pula bahwa limfoma adalah penyakit yang kompleks dengan banyak jenis dan subtipe. Ingat dengan penanganan yang tepat dan perkembangan dalam terapi kanker, harapan hidup dan peluang kesembuhan bagi banyak pasien limfoma terus meningkat. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Dengan kemajuan dalam penelitian dan pengobatan, banyak jenis limfoma kini dapat diobati dengan efektif.

Semoga informasi ini bermanfaat dan selalu jaga kesehatan Anda.

(Sumber: alodokter.com)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....