Anak Anda Pengidap ASD? Hindari Makanan Ini….

  • 25 Sep 2024 18:45 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Sebagian orang tua yang memiliki anak dengan ASD (Autisme Syndrome Disorder) mungkin sering menjumpai anaknya tertawa sendiri tanpa sebab dan berprilaku hyperaktif. Informasi yang berkembang perilaku hyperaktif anak dengan Autisme muncul diakibatkan dengan beberapa makanan yang tidak cocok dikonsumsi anak Autisme.

Sebagian orang tua percaya dan melakukan Diet untuk anak Autisme. Sebagian lagi tidak melakukan diet ketat hanya mengurangi beberapa jenis makanan tertentu seperti makanan dan minuman manis dan makanan dan minuman kemasan saja.

Walaupun sebagian orang tua masih ada yang belum sanggup menerapkan diet ketat, namun beberapa orang tua ada yang sudah merasakan manfaat dari penerapan diet ketat untuk mengontrol perilaku hyperaktif atau perilaku Stimming yang biasa timbul untuk bisa dikendalikan sehingga bisa meningkatkan fokus anak dalam menjalankan terapi.

Dilansir dari laman yankes.kemkes.go.id anak dengan autism disarankan menghindari mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gluten, casein dan phenol.

Gluten terdapat pada gandum, havermut atau oat dan gluten biasanya memberi kekuatan dan kekenyalan pada tepung terigu. Sementara kasein merupakan protein susu. Anak autis pada umumnya tidak dapat mencerna gluten dan kasein secara sempurna, akibatnya akan menghasilkan peptida (asam amino rantai pendek) yang secara biologis masih aktif dan dapat berfungsi seperti “opioid” zat yang bekerjanya mirip morphine yaitu untuk penekan/pengurang rasa sakit yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Kadar opioid gliadomorphin (peptida dari gluten) dan casomorphin (peptida dari kasein) pada urine anak autis meningkat. Diduga beberapa opioid peptida tersebut keluar dari usus halus, masuk ke dalam aliran darah terus ke otak sehingga menyebabkan gangguan syaraf. Oleh sebab itu pemberian diit/makanan tanpa gluten dan kasein dapat membantu mengurangi produksi opioid.

Phenol, Enzim ini berperan untuk memecah hormon dan beberapa komponen makanan dan cara utama detoksifikasi/pembuangan zat kimia beracun. Pada anak yang kekurangan enzim ini biasanya menjadi sensitif terhadap makanan yang mengandung phenol seperti pisang, jeruk, tomat, anggur merah, apel, cokelat dan susu. Untuk itu, makanan tersebut harus dihindari. Reaksi anak terhadap makanan yang mengandung phenol dapat terjadi pada fisik, perilaku atau keduanya, di antaranya berupa merah di pipi dan telinga, pusing, agresif dan hiperaktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....