Dari Tujuh Jenis Penyu di Dunia, Enam Diantaranya di Indonesia
- 19 Sep 2024 13:45 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Laut adalah salah satu ekosistem yang paling penting dan kompleks di Bumi, memainkan peran penting dalam mendukung kehidupan. Dengan keanekaragaman hayati yang melimpah, laut menjadi habitat bagi berbagai spesies, mulai dari ikan dan mamalia laut hingga terumbu karang dan tumbuhan laut. Selain sebagai sumber makanan dan sumber daya alam, laut juga berfungsi sebagai pengatur iklim global, membantu menyerap karbon dan mempengaruhi pola cuaca.
Salah satu penghuni laut yang menarik adalah penyu laut, Penyu laut adalah salah satu spesies reptil yang hidup di lautan. Mereka dikenal karena bentuk tubuhnya yang unik dan cangkang keras yang melindungi mereka. Penyu laut memainkan peran penting dalam ekosistem laut, seperti membantu menjaga kesehatan terumbu karang dan rumput laut.
Saat ini di dunia terdapat tujuh jenis penyu yang enam diantaranya ada di Indonesia tetapi saat ini terancam mengalami kepunahan karena rusaknya habitat di dalam laut. Namun, apa saja jenis penyu laut yang ada di indonesia? Dilansir dari laman goodnewsfromindonesia.id, Keenam spesies penyu yang ada di Indonesia antara lain sebagai berikut:
1. Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)
Penyu ini kerap disalah kenali sebagai penyu hijau karena memiliki ciri yang mirip. Perbedaannya, penyu bernama lain Olive Ridley Turtle ini memiliki kepala yang lebih besar dan bentuk tempuruhnya lebih langsing serta bersudut. Tubuhnya berwarna hijau pudar dengan mempunyai kurang lebih lima sisik lateral. Spesies ini merupakan penyu yang terkecil di antara semua jenis yang ada saat ini dan memiliki kebiasan memakan kepiting, kerang, udang dan kerang remis.
2. Penyu Pipih (Natator depressus)
Terkenal dengan nama Flatback Turtle. Nama ini diberikan karena memiliki sisik yang rata dan sedikit melengkung di sisi luar. Penyu ini merupakan penyu dengan genus Natator satu satunya di dunia dengan pola konsumsi karnivora sekaligus herbivora. Penyu pipih banyak memakan timun laut, ubur-ubur, kerang-kerangan, udang, dan invertebrata lainnya.
3. Penyu Hijau (Chelonia mydas)
Merupakan jenis penyu yang paling sering ditemukan dan hidup di laut tropis. Ciri khasnya terdapat pada bentuk kepalanya yang kecil dan paruhnya yang tumpul. Nama penyu hijau berasal dari warna lemak yang ada di bawah sisiknya yang ternyata berwana hijau. Sedangkan warna tubuhnya sendiri bisa berwarna abu-abu, kehitaman atau kecoklatan. Spesies dewasa penyu hijau banyak hidup di hamparan lautan berganggang dan akan bertelur setiap 3 hingga 4 tahun sekali.
4. Penyu Tempayan (Caretta caretta)
Dikenal juga sebagai Loggerhead Turtle. Spesies ini memiliki ciri warna tempurung coklat kemerahan, kepalanya yang besar dan paruh yang bertumpuk. Di kepala bagian depan terdapat lima buah sisi dengan plastron berwarna coklat muda hingga kuning. Rahangnya yang sangat kuat membuat penyu ini mampu untuk mengkonsumsi kerang-kerangan yang hidup di dasar laut seperti kerang remis, mimi dan invertebrata lain. Rata-rata pertumbuhan penyu tempayan bisa mencapai panjang 70 cm -210 cm dengan berat 135 kg – 400 kg.
5. Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)
Memiliki nama lain Hawksbill Turtle karena paruhnya yang tajam dan menyempit/meruncing dengan rahang besar. Sehingga mampu menjangkau makanan yang berada di celah-celah karang seperti sponge dan anemon. Mereka juga memakan udang dan cumi-cumi. Namun nama penyu sisik berasal dari sisiknya tumpang tindih/over lapping (imbricate) seperti sisik ikan. Ciri-ciri spesies ini adalah warna tempurungnya bervariasi kuning, hitam dan coklat bersih. Sedangkan plastron berwarna kekuning-kuningan. Penyu sisik lebih sering ini selalu memilih kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur. Sisiknya banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri kerajinan tangan di Jepang untuk membuat pin, sisir, bingkai kacamata dll.
6. Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)
Spesies ini memiliki tempurung berwarna gelap berbintik putih. Ukurannya tubuhnya bisa mencapai 180 cm dengan 500 kg. Penyu belimbing ini banyak ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis. Spesies ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut lepas dan hanya muncul ke daratan pada saat bertelur. Betinanya dapat bertelur empat sampai lima kali per musim, setiap kali sebanyak 60 sampai 129 telur dalam jangka waktu dua atau tiga tahun. Mengetahui jenis-jenis penyu di Indonesia tentu saja membuat kawan menjadi lebih memahami bahwa Indonesia memang memiliki kekayaan biota laut yang menakjubkan.
Nah, itulah jenis penyu yang bisa ditemukan di Indonesia. Namun kekayaan tersebut tidak ada artinya bila kita tidak memiliki kesadaran untuk melestarikannya sebab penyu di Indonesia masih kerap diburu untuk dikonsumsi dan populasinya telah turun drastis. Sehingga kita perlu bersama-sama menjaga sosok hewan yang menyimbolkan kebijaksanaan ini untuk tetap dapat hidup di Negeri Pertiwi. Semoga informasi ini bermanfaat.
(Sumber: Ivan Yuliyanto_Institut Prima Bangsa Cirebon, goodnewsfromindonesia.id)
# Ada Tujuh Jenis Penyu di Dunia, Enam Diantaranya di Indonesia # ### #
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....