Menelusuri Apa Itu ’Kelp’ serta Manfaatnya untuk Manusia
- 05 Agt 2024 10:00 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Hingga saat memang boleh dibilang tidak banyak orang tau bahkan mengenal kata ’Kelp’ ini. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah kebanyakan dari kita seringkali mengkonsumsinya, namun yang terjadi banyak yang tidak sadar bahwa yang dikonsumsinya adalah ’Kelp’. Dari pada bingung yuk cari tau, apa itu ’Kelp’ dan apa manfaatnya untuk manusia.
Mengutip dari laman wikipedia.org, Laminariales atau ’Kelp’ adalah nama ordo rumput laut besar (ganggang) yang diklasifikasikan dalam kelas Phaeophyceae. Sementara itu menurut laman World Resources Institute, ’Kelp’ merupakan subkelompok rumput laut cokelat yang tumbuh di perairan dingin yang kaya nutrisi. Umumnya digambarkan sebagai spesies dasar, kelp menciptakan habitat seperti hutan yang mendukung kehidupan dalam jumlah besar dan beragam, termasuk siput laut, bintang laut, lobster, berbagai spesies ikan, anjing laut, berang-berang laut, dan banyak lagi. Rumput laut mengacu pada ribuan spesies alga merah, hijau, dan cokelat yang hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran yang tumbuh di kedalaman dan lingkungan yang berbeda.
Perbedaan penting yang mungkin mengejutkan adalah bahwa rumput laut dan kelp, bukanlah tumbuhan. Meski bentuknya mirip tumbuhan, kelp bukan tumbuhan, namun sejenis stramenopila, yaitu sebuah kelompok organisme yang mencakup banyak protista. Lalu mengapa ’Kelp’, sangat penting bagi manusia dan planet? Dilansir dari laman wri.org, berikut ini alasan ’Kelp’ sangat penting untuk manusia dan planet.
· Pusat Keanekaragaman Hayati
Kelp menciptakan habitat hutan berlapis-lapis yang unik dengan lapisan tajuk di permukaan air dan jaringan lapisan vegetasi yang saling terhubung, yang dikenal sebagai tumbuhan bawah, di antara cabang-cabang pohon di dasar laut. Habitat yang beragam ini menjadikan hutan-hutan ini sebagai rumah bagi beragam hewan untuk ditinggali atau digunakan sebagai tempat berteduh dan makanan. Hutan rumput laut memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi karena menciptakan struktur tiga dimensi di bawah air, yang dapat digunakan spesies untuk tempat berlindung dan makanan. Kelp juga membentuk habitat alami bagi banyak spesies yang dipanen oleh perikanan komersial, rekreasi, atau subsisten seperti ikan kod, lobster, dan kepiting.
· Ketahanan pangan
Kelp merupakan sumber makanan yang kaya nutrisi , mengandung serat makanan, asam lemak omega-3, asam amino esensial, dan vitamin A, B, C, dan E yang dapat memberikan manfaat kesehatan. Hingga saat ini ’kelp’ semakin banyak digunakan sebagai bahan dalam saus salad, puding, kue, produk susu, dan berbagai makanan beku.
· Dampak Ekonomi
Selain sebagai makanan, rumput laut juga dipanen untuk pakan akuakultur, bioplastik, dan bahan lainnya. Sebagai sumber daya serbaguna yang menyediakan lapangan kerja baru di seluruh dunia, budidaya rumput laut diproyeksikan akan terus tumbuh sebagai sebuah industri. Di Asia seperti Tiongkok, Indonesia, dan Korea Selatan merupakan rumah bagi lebih dari 99% produksi rumput laut dan rumput laut global.
· Dampak Budaya
Ikatan manusia dan rumput laut sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu . Secara historis, kelp berperan dalam praktik tradisional dan kehidupan spiritual dan keagamaan, yang memengaruhi identitas budaya. Kelp memiliki banyak nilai sosial budaya yang terwakili dalam lukisan, musik, dan seni. Sampai saat ini ’kelp’ telah digunakan sebagai obat, makanan, dan bahan untuk barang-barang seperti tali pancing dan kano.
· Perlindungan Pantai
Rumput laut dapat berperan sebagai bentuk perlindungan pesisir alami jika dipadukan dengan infrastruktur pesisir. Berperan sebagai sistem pertahanan alami terhadap gelombang pasang, rumput laut dapat memengaruhi kekuatan gelombang. Menurut sebuah penelitian, hutan rumput laut dapat mengurangi ukuran gelombang hingga 60 persen karena menciptakan lapisan pelindung di dalam air, yang dapat memecah arus.
· Pengurangan Pengasaman Laut
Rumput laut juga menjadi tempat berlindung lokal tempat organisme dapat dilindungi dari kondisi yang tidak menguntungkan dan solusi mitigasi terhadap efek pengasaman karbon dioksida di lautan. Pengasaman laut dapat menimbulkan efek berbahaya pada organisme laut seperti kerang dan karang dengan mencegah mereka membentuk cangkang keras yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Saat rumput laut melakukan fotosintesis, mereka dapat membantu mengatasi masalah ini dengan menyerap karbon dioksida dan meningkatkan kadar pH perairan di sekitarnya.
· Penyimpanan Karbon
Ekosistem rumput laut menyerap karbon anorganik (termasuk karbon dioksida) dan mengubahnya menjadi biomassa organik sehingga menjadikannya komponen utama dalam siklus karbon. Biomassa ini terpecah dan terbawa arus laut yang akhirnya dimakan, terurai, atau diserap.
Keterlibatan masyarakat, dukungan keuangan, sistem pemantauan dan pelaporan yang terstandardisasi, restorasi yang siap untuk masa depan serta pendekatan berbasis ekosistem merupakan kunci untuk melestarikan dan menjaga 'Kelp' ini. Semoga artikel ini menambah wawasan dan pengetahuan anda.
(Sumber: wikipedia.org, wri.org)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....