Manfaat Jika Mengkonsumsi Makanan Organik

  • 01 Agt 2024 13:08 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Diakui tau tidak, saat ini banyak orang mulai beralih memilih makanan organik, dengan ragam alasannya, salah satunya adalah untuk menjaga kesehatan. Secara harga makanan organik jelas lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang konvensional, namun perihal harga tak menjadi masalah untuk mereka. Bahkan saat ini, mengkonsumsi makanan organik seolah sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat perkotaan. Meski demikian tren gaya hidup ini tidak langsung diikuti oleh banyak orang ya. Mengapa demikian?

Ya itu lantaran makanan organik ini masih terbilang langka, yang kemudian membuat harganya cenderung mahal. Apakah anda tau apa itu makanan organik? Jika anda belum paham apa itu makanan organik, tenang anda tidak sendirian kok. Perlu diketahui tidak sedikit orang yang masih belum paham apa itu makanan organik dan apa manfaatnya jika kita mengkonsumsinya. Yuk cari tau!

Makanan organik adalah makanan yang diproduksi secara organik. Pertanian, perkebunan, dan peternakan organik menekankan pada cara-cara alamiah untuk menumbuhkan dan membesarkan produknya. Umumnya, hal ini berarti bahwa dalam proses produksinya, makanan tidak menggunakan benih hasil rekayasa genetika, pestisida kimiawi sintetis, pupuk kimia sintetis dan lainnya. Pada ternak yang organik misalnya, umumnya tidak menggunakan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis pada bahan makanan hewan ternaknya.

Minimnya penggunaan pestisida kimia dan vitamin tambahan pada hewan ternak dinilai membawa lebih sedikit risiko ke manusia saat dikonsumsi. Oleh karenanya, tidak heran jika pada akhirnya makanan organik menjadi semakin populer. Lalu apa manfaatnya jika kita mengkonsumsi makanan organik? Dilansir dari laman eatnow.id, berikut ini manfaat serta keunggulan dari makanan organik.

· Kaya akan nutrisi

Keunggulan dari bahan makanan organik tidak hanya membantu mengurangi risiko kesehatan kita, namun terbukti lebih kaya akan nutrisi seperti vitamin C, zat besi, magnesium, dan fosfor. Buah dan sayur yang organik pun jadi lebih sedikit terpapar nitrat dan residu pestisida dibandingkan dengan buah dan sayur yang ditanam secara konvensional. Tanaman yang tumbuh secara alami tanpa bahan kimia akan lebih kuat dan sehat serta mengandung vitamin dan antioksidan yang lebih banyak. Inilah alasan mengapa buah dan sayuran organik menjadi lebih baik untuk dikonsumsi setiap hari.

· Rasa yang lebih segar

Karena tidak menggunakan bahan pengawet, makanan organik cenderung tidak tahan lama, misalnya saja sayuran yang hanya bertahan maksimal 3 hari sebelum akhirnya layu. Meski tidak bisa disimpan terlalu lama, rasa dari makanan organik lebih segar dan lebih baik daripada makanan konvensional. Untuk menemukan bahan organik dengan mudah, kamu bisa berbelanja di pasar tradisional terdekat, atau kalau mau belanja online pastikan memilih produk yang memiliki sertifikasi organik.

· Tanpa antibiotik

Hewan yang tumbuh dan berkembang secara organik, biasanya tidak diberikan antibiotik, hormon pertumbuhan, maupun makanan buatan dari bahan dan zat berbahaya. Peternak yang merawat hewan ternaknya secara organik harus menyediakan area yang cukup luas agar hewan bisa berkeliaran secara bebas dan makan makanan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Untuk pakan, peternak juga memilih jenis pakan yang alami, memastikan padang rumput atau biji-bijian juga dirawat secara organik, tanpa pestisida dan pupuk kimia. Penggunaan antibiotik dan hormon pertumbuhan dilarang di peternakan organik. Hewan diberi obat hanya ketika hewan ternak dalam keadaan sakit.

· Ramah lingkungan

Penggunaan pestisida berbahan kimia tentu akan mempengaruhi struktur kesuburan tanah. Bahan kimia yang terpendam dalam tanah akan membahayakan unsur organik tanah dalam jangka panjang. Hewan di sekitarnya juga dapat terpengaruh, misalnya cacing. Tidak hanya tanah, unsur kimia yang mungkin menempel pada permukaan tanaman akan terbawa hingga ke meja makan kita jika tidak mencucinya dengan bersih. Kita pun tidak tahu apakah bahan kimia tersebut sudah benar-benar hilang atau belum. Tanaman yang dirawat secara organik hanya diberikan pupuk dan pestisida organik, misalnya dari kotoran hewan, dedaunan, bawang putih, atau eco enzyme.

· Aman bagi ibu hamil dan bayi

Ibu hamil diwajibkan untuk memilih makanan dengan sangat hati-hati, tidak boleh makan makanan mentah seperti sashimi atau lalapan. Bahan makanan organik disarankan untuk ibu hamil untuk meminimalisir konsumsi pestisida yang tidak disengaja, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan bayi. Bahan aditif seperti pengawet makanan sering dikaitkan dengan gangguan pada anak-anak, dengan konsumsi makanan organik risiko ini dapat diminimalisir sehingga lebih aman untuk adik-adik kita.

Jika menilik manfaat serta keunggulan makanan organik, tak salah memang jika kemudian banyak orang yang mulai aware akan makanan yang dikonsumsinya. Semoga artikel ini bermanfaat.

(Sumber: eatnow.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....