Menelusuri Manfaat Biopori bagi Manusia dan Lingkungan

  • 27 Jun 2024 11:30 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Apakah Anda penah mendengar istilah biopori? Apa itu biopori? Biopori merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan lubang resapan. Mengutip dari Wikipedia, Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Dimana metode ini pertama kalinya dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, salah satu peneliti dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

Kamir R. Brata, sebagai penemu, sebetulnya sudah meneliti tentang biopori sejak ia mengikuti perkuliahan S2 bidang studi Soil Physics di University of Western Australia mulai tahun 1992. Semula istilah yang dipakai untuk biopori adalah mulsa vertikal (vertical mulch). Beberapa penelitian yang dilakukannya antara lain “Pemanfaatan Sisa Tanaman Sebagai Mulsa Vertikal dalam Usaha Konservasi Tanah dan Air pada Pertanian Lahan Kering di Latosol Darmaga” (1993), “Efektivitas Mulsa Vertikal dalam Pengendalian Aliran Permukaan, Erosi, dan Kehilangan Unsur Hara Pada Pertanian Lahan Kering di Latosol Darmaga” (1994), dan “Penggunaan Cacing Tanah Untuk Peningkatan Efektivitas Mulsa Vertikal Sebagai Tindakan Konservasi Tanah dan Air Terpadu pada Pertanian Lahan Kering di Latosol Darmaga” (1995).

Berdasarkan temuan penelitian tersebut, maka mulsa vertikal yang semula digunakan untuk penyehatan pohon dan tumbuhan lain, kemudian berkembang manfaatnya untuk penyerapan air, kesehatan tanah, dan penanganan limbah organik.

Dilansir dari laman blog.eigeradventure.com , Menurut hasil studi yang dimuat dalam IOSR Journal of Engineering, lubang resapan biopori merupakan solusi alternatif yang berfungsi sebagai sistem eco-drainage. Biopori memanfaatkan sampah organik untuk meningkatkan laju infiltrasi air ke dalam tanah. Nah Berikut ini beberapa manfaat biopori bagi manusia dan lingkungan.

· Mencegah Banjir dan Genangan Air

Manfaat utama biopori adalah untuk mencegah banjir dan genangan air. Lubang biopori dapat dibuat di muka tanah yang padat dan kedap air, bahkan bisa juga dibuat di tengah lahan beton. Cara pembuatan lubang biopori adalah dengan mengebor permukaan tanah hingga kedalaman tertentu. Lubang ini akan dilapisi oleh pipa PVC untuk mempertahankan bentuk lubang. Lubang resapan inilah yang berfungsi sebagai jalur masuk air ke dalam tanah ketika permukaan lain sudah tertutup beton atau material padat lainnya. Keberadaan lubang biopori sendiri dapat melengkapi saluran air sebagai tempat drainase. Jika saluran air atau selokan berfungsi mengalirkan air ke titik lain, maka biopori berfungsi menyerap air ke dalam tanah.

· Mengurangi Sampah Organik

Menurut Waste4Change, limbah dapur seperti sisa makanan dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori. Sisa makanan tersebut nantinya akan diubah menjadi kompos sebagai sumber makanan bagi cacing, tumbuhan, dan biota tanah lainnya. Dengan kata lain, biopori juga bermanfaat untuk mengurangi sampah organik yang biasanya berakhir di pembuangan sampah. Pembuangan sampah organik ke lubang biopori secara tidak langsung mengajarkan masyarakat untuk memilah sampahnya, setidaknya menjadi dua kategori.

· Menghasilkan Pupuk Tanah

Lubang biopori berfungsi mengalirkan udara dan air yang dapat menggemburkan tanah. Selain itu, sampah organik tadi juga dapat merangsang aktivitas mikroorganisme. Sampah tersebut kemudian akan berubah menjadi kompos yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Alhasil, secara alami akan terbentuk pupuk tanah yang dapat menyuburkan tanaman. Meningkatkan Cadangan Air Tanah. Banyak wilayah padat penduduk yang mengalami krisis cadangan air tanah. Pasalnya, volume air yang meresap ke tanah tak sebanding dengan kebutuhan air masyarakat. Ditambah lagi, semakin sempitnya ruang terbuka hijau juga memperlambat proses infiltrasi air tanah. Lubang biopori berfungsi sebagai jalur masuknya air hujan ke dalam tanah. Semakin banyak lubang biopori, semakin maksimal penyerapan air tanah yang pada akhirnya dapat meningkatkan cadangan air.

· Melindungi Ozon

Sampah organik dan anorganik yang tercampur dalam satu tempat dapat menghasilkan bau tidak sedap. Proses pembusukan akan menghasilkan gas metana dan hidrogen sulfida yang dapat merusak lapisan ozon. Sampah organik tidak akan berbau dan menghasilkan gas berbahaya jika dipilah dan dikelola dengan benar. Pembuatan biopori secara tidak langsung membantu pemilahan sampah dan pencegahan kerusakan ozon.

· Menambah Kawasan Hijau

Lubang resapan biopori dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah. Pada akhirnya, kondisi tanah yang subur akan lebih mudah ditumbuhi tanaman. Baik tanaman liar seperti rumput, bayam duri, kitolod, dan anting-anting, maupun tanaman hias yang ditanam oleh masyarakat.

· Meningkatkan Kualitas Air Tanah

Pembangunan infrastruktur dan pembuangan limbah berdampak langsung terhadap kualitas tanah, yang merupakan media penyimpanan air secara alami. Akibatnya, kualitas air tanah juga ikut tercemar. Pembuatan lubang biopori dapat memberikan wilayah resapan yang lebih luas dan pada akhirnya membantu meningkatkan kualitas air tanah. Selain membuat lubang biopori untuk menjaga kesuburan tanah, air, dan mencegah banjir, kita juga bisa menggunakan produk ramah lingkungan. (Sumber: Wikipedia, blog.eigeradventure.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....