Gravitasi Bulan dan Matahari Pemicu Gempa Lambat, Temuan Penelitian Terbaru

  • 06 Okt 2026 15:20 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Gravitasi Bulan dan Matahari memberikan pengaruh kecil terhadap aktivitas patahan di dalam bumi menurut penelitian terbaru.
  • Tekanan pasang surut dari gravitasi celestial berpotensi memicu gempa lambat pada kondisi patahan tertentu.
  • Penelitian berjudul 'Theoretical Constraints on Tidal Triggering of Slow Earthquakes' dipimpin Yishuo Zhou dari PSL University Prancis dan diterbitkan pada 20 September 2026.

RRI.CO.ID, Cirebon - Gravitasi Bulan dan Matahari ternyata dapat memberikan pengaruh kecil terhadap aktivitas patahan di dalam bumi. Penelitian terbaru menunjukkan, tekanan pasang surut tersebut berpotensi memicu gempa lambat pada kondisi patahan tertentu.

Temuan itu berasal dari penelitian Yishuo Zhou dan sejumlah peneliti lainnya dari PSL University, Prancis. Penelitian berjudul Theoretical Constraints on Tidal Triggering of Slow Earthquakes tersebut diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research: Solid Earth pada 20 September 2026.

Gempa lambat berbeda dari gempa bumi biasa karena pergeseran pada patahan berlangsung jauh lebih lama. Pelepasan energi terjadi secara bertahap sehingga tidak selalu menghasilkan guncangan kuat yang mudah dirasakan manusia.

Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menggunakan model komputer berbasis sistem pegas dan blok untuk mensimulasikan perilaku patahan. Model itu digunakan untuk melihat bagaimana perubahan tekanan kecil akibat gaya pasang surut memengaruhi pergerakan patahan.

Dikutip dari penelitian tersebut, gaya gravitasi Bulan dan Matahari menghasilkan perubahan tekanan pasang surut yang berlangsung terus-menerus. Besarnya tekanan ini relatif kecil, tetapi tetap dapat memicu pergeseran pada patahan yang berada dalam kondisi sangat sensitif.

Peneliti menemukan bahwa respons patahan sangat dipengaruhi oleh periode dan besarnya perubahan tekanan tersebut. Ketika ritme tekanan pasang surut sesuai dengan karakteristik alami patahan, efeknya dapat diperkuat melalui mekanisme yang menyerupai resonansi.

Kondisi itu dapat membuat patahan mengalami pergeseran secara perlahan. Penelitian juga menunjukkan peningkatan amplitudo tekanan dapat mendorong perubahan dari peristiwa geser lambat menuju peristiwa yang berlangsung lebih cepat.

Fenomena hubungan pasang surut dengan gempa lambat sebenarnya telah menjadi perhatian ilmuwan selama bertahun-tahun. Kajian sebelumnya menunjukkan sejumlah gempa lambat di zona subduksi memiliki sensitivitas terhadap perubahan tekanan akibat pasang surut.

Namun, temuan ini tidak berarti gravitasi Bulan atau Matahari menjadi penyebab utama gempa bumi. British Geological Survey menjelaskan, gempa bumi pada umumnya berkaitan dengan perubahan tekanan akibat pergerakan lempeng tektonik. Pengaruh pasang surut jauh lebih kecil dibandingkan tekanan yang dihasilkan pergerakan lempeng.

Penelitian terbaru tersebut justru membantu menjelaskan mengapa sebagian patahan dapat merespons perubahan tekanan yang sangat kecil. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu ilmuwan mengungkap karakteristik fisik patahan serta mekanisme terjadinya gempa lambat di berbagai wilayah dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....