Karangsambung Menyimpan 33 Ribu Catatan Sejarah Bumi

  • 06 Okt 2026 15:03 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • BRIN mengelola lebih dari 33 ribu spesimen geodiversitas di Karangsambung untuk mendukung penelitian ilmiah dan pemahaman sejarah geologi Indonesia.
  • Koleksi batuan Karangsambung menyimpan catatan lengkap perjalanan bumi dan proses-proses geologi yang membentuk kepulauan Indonesia.
  • Spesimen geodiversitas tersebut dimanfaatkan tidak hanya untuk penelitian akademik tetapi juga untuk pembelajaran dan pengembangan strategi mitigasi bencana alam.

RRI.CO.ID, Cirebon - Puluhan ribu spesimen batuan di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, menyimpan catatan panjang perjalanan bumi. Koleksi tersebut tidak hanya menjadi benda penelitian, tetapi juga membantu ilmuwan memahami proses geologi Indonesia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini terus memaksimalkan pemanfaatan lebih dari 33 ribu spesimen geodiversitas Karangsambung. Koleksi tersebut digunakan untuk penelitian, pembelajaran, hingga mendukung kajian mitigasi bencana.

Dilansir dari BRIN, 5 Oktober 2026, Kristiawan Widiyanto dari Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN menyebut batuan Karangsambung sebagai arsip penting evolusi bumi. Ia menggambarkan batuan tersebut seperti buku yang menyimpan cerita panjang mengenai perjalanan geologi.

Menurut Kristiawan, penelitian tidak berhenti pada pengamatan bentuk batuan secara langsung. Peneliti juga melakukan pengamatan mikroskopis serta analisis geokimia untuk mengetahui proses yang terjadi pada masa lampau.

Kajian tersebut juga penting untuk memahami aktivitas geologi yang berhubungan dengan potensi bencana. Struktur batuan yang mengalami tekanan dan patahan dapat memberikan petunjuk mengenai zona pergerakan serta kawasan yang berpotensi mengalami aktivitas tektonik.

Karangsambung memiliki nilai penting dalam memahami pembentukan Pulau Jawa. Kawasan ini menyimpan berbagai bukti geologi, mulai dari fosil Radiolaria pada batu rijang laut dalam, Sekis Mika berusia sekitar 117 hingga 125 juta tahun, hingga lava bantal dan batuan diabas.

Kekayaan geologi tersebut membuat Karangsambung dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam pendidikan ilmu kebumian. Pemerintah Kabupaten Kebumen mencatat kawasan ini memiliki sejumlah situs singkapan geologi yang bernilai bagi penelitian, pendidikan, dan pengembangan wisata.

Selain menjadi sumber pengetahuan, koleksi batuan juga dapat membantu mengidentifikasi potensi mineral dan bahan galian. Informasi tersebut berpotensi mendukung berbagai kebutuhan, termasuk industri, konstruksi, serta pengembangan material untuk teknologi.

Karangsambung sendiri telah lama menjadi lokasi pembelajaran ilmu kebumian. Kawasan tersebut kemudian ditetapkan sebagai Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong pada 2018 dan terus dikembangkan sebagai kawasan konservasi geologi.

BRIN berharap koleksi geologi Karangsambung dapat semakin banyak dimanfaatkan masyarakat. Batuan-batuan tersebut bukan sekadar benda yang disimpan, melainkan sumber data untuk penelitian dan media pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....