Rasa Marah Haruskah Dibarengi Mata Melotot?
- 01 Okt 2026 00:46 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebonm- Ketika seseorang sedang marah, tidak jarang kita melihat perubahan pada wajah, mulai dari alis mengernyit, bibir mengatup hingga tatapan mata yang tampak tajam. Kondisi ini kemudian memunculkan anggapan bahwa orang yang marah pasti akan menunjukkan mata melotot. Padahal, marah tidak selalu harus ditunjukkan dengan mata melotot.
Penelitian mengenai ekspresi wajah menunjukkan bahwa ekspresi marah memiliki sejumlah ciri umum, tetapi bentuknya dapat berbeda-beda pada setiap orang dan situasi.Secara psikologis, ekspresi wajah merupakan salah satu cara manusia menyampaikan kondisi emosional kepada orang lain. Penelitian yang menggunakan Facial Action Coding System menemukan bahwa ekspresi marah dapat ditandai antara lain dengan alis yang menurun, perubahan pada kelopak mata dan bibir. Dalam sejumlah ekspresi marah, mata dapat terlihat lebih terbuka, tetapi hal tersebut bukan berarti setiap orang yang marah pasti akan melotot.
| Baca juga: Senyum Spontan Punya Efek Luar Biasa |
Respons setiap individu dapat dipengaruhi oleh kebiasaan, konteks sosial, pengalaman, serta cara seseorang mengatur emosinya. Kajian yang diterbitkan dalam Psychological Review menunjukkan bahwa gerakan wajah tidak selalu dapat digunakan sebagai penanda tunggal untuk memastikan emosi seseorang. Seseorang dapat marah tanpa menunjukkan ekspresi marah yang kuat, sementara ekspresi tertentu juga dapat ditafsirkan berbeda tergantung situasinya.
Pada kondisi emosi yang sangat kuat, mata dapat terlihat lebih terbuka sebagai bagian dari perubahan ekspresi wajah. Namun, penelitian tentang pengenalan ekspresi menunjukkan bahwa ekspresi marah merupakan kombinasi sejumlah gerakan wajah, bukan hanya kondisi mata. Alis yang turun dan mendekat, perubahan kelopak mata serta bibir juga berperan dalam membuat wajah seseorang dikenali sebagai ekspresi marah.
Kemarahan dapat diekspresikan melalui nada suara, pilihan kata, postur tubuh, gerakan tangan maupun ekspresi wajah yang lebih halus. Bahkan, penelitian terbaru mengenai gaya ekspresi kemarahan menemukan adanya perbedaan antara orang yang cenderung mengekspresikan kemarahan secara eksternal dan mereka yang lebih banyak menyimpannya secara internal. Artinya, cara seseorang menunjukkan kemarahan tidak selalu sama.
Hal yang juga perlu diperhatikan adalah jangan langsung menyimpulkan seseorang sedang marah hanya berdasarkan matanya. Penelitian menunjukkan bahwa konteks dapat memengaruhi bagaimana ekspresi wajah dipersepsikan.
Ekspresi wajah yang sama bahkan dapat ditafsirkan sebagai emosi yang berbeda ketika ditempatkan dalam situasi yang berbeda. Karena itu, memahami emosi seseorang sebaiknya mempertimbangkan ucapan, perilaku dan situasi secara keseluruhan.
Rasa marah tidak harus dibarengi mata melotot. Mata yang tampak membesar atau terbuka lebar memang dapat menjadi bagian dari ekspresi marah, tetapi bukan satu-satunya tanda dan tidak muncul pada setiap orang. Kemarahan merupakan emosi yang dapat diekspresikan dengan berbagai cara, sementara bentuk ekspresi wajah juga dipengaruhi konteks dan cara seseorang mengatur emosinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....