Bagaimana Mekanisme Konsumsi Arus Listrik pada Kendaraan Listrik
- 30 Sep 2026 22:07 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Kendaraan listrik semakin banyak digunakan sebagai salah satu alternatif transportasi yang memanfaatkan energi listrik sebagai sumber tenaga penggerak. Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar minyak yang menghasilkan tenaga melalui proses pembakaran, kendaraan listrik menggunakan energi yang tersimpan di dalam baterai untuk menggerakkan motor listrik.
Pada kendaraan listrik berbasis baterai, energi listrik terlebih dahulu disimpan dalam baterai bertegangan tinggi. Ketika kendaraan diisi daya melalui perangkat pengisian, energi listrik dari jaringan listrik masuk ke sistem pengisian kendaraan dan disimpan dalam baterai. Kementerian ESDM juga telah mengatur penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) melalui Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2023.
Saat kendaraan mulai berjalan, energi yang tersimpan dalam baterai dialirkan menuju sistem pengendali daya atau inverter. Baterai pada dasarnya menyimpan dan memasok arus searah atau DC, sedangkan motor listrik tertentu membutuhkan arus bolak-balik atau AC. Inverter berfungsi mengubah dan mengatur aliran listrik tersebut sehingga motor dapat menghasilkan tenaga untuk memutar roda.
Besarnya konsumsi listrik kendaraan tidak selalu sama. Penggunaan energi dipengaruhi antara lain oleh kecepatan kendaraan, kondisi jalan, beban kendaraan, gaya mengemudi, penggunaan pendingin udara serta karakteristik motor dan baterai. Karena itu, jarak tempuh yang dapat diperoleh dari satu kali pengisian daya dapat berbeda antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya. Departemen Energi Amerika Serikat menjelaskan bahwa kendaraan listrik menggunakan listrik yang tersimpan di baterai untuk menggerakkan motor listrik.
Menariknya, sebagian energi yang biasanya hilang ketika kendaraan mengurangi kecepatan atau melakukan pengereman dapat dimanfaatkan kembali melalui sistem regenerative braking. Pada kondisi tertentu, motor listrik bekerja sebagai generator sehingga energi gerak kendaraan diubah kembali menjadi energi listrik dan dialirkan ke baterai. Mekanisme ini membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi kendaraan listrik.
Selain baterai utama, kendaraan listrik juga memiliki sistem kelistrikan bertegangan rendah untuk menjalankan berbagai perangkat seperti lampu, instrumen dan sistem elektronik lainnya. NHTSA menjelaskan bahwa kendaraan listrik umumnya menggunakan konverter DC-DC untuk menurunkan tegangan dari baterai utama sehingga dapat digunakan untuk mengisi baterai bertegangan rendah sekaligus memasok kebutuhan kelistrikan kendaraan.
Konsumsi arus listrik pada kendaraan listrik merupakan rangkaian proses mulai dari listrik yang disimpan di baterai, dialirkan dan diatur melalui sistem elektronika daya, kemudian digunakan motor listrik untuk menghasilkan gerak. Efisiensi sistem tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan penggunaan energi dan jarak tempuh kendaraan. Di Indonesia, pengembangan kendaraan listrik juga menjadi bagian dari upaya transisi energi dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....