“Ondol” Kehangatan Lantai Tradisional dari Zaman Kuno Korea

  • 21 Sep 2026 15:48 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, CIREBON - Korea memiliki iklim sedang (temperate climate) dengan empat musim yang sangat kontras. Korea sangat terkenal dengan suhu dinginnya yang ekstrem saat musim dingin (winter), namun di sisi lain, musim panasnya (summer) justru sangat panas dan lembap.

Angin membeku bertiup dari Siberia, sering turun salju, dan suhu bisa anjlok di bawah -15°C pada puncaknya. Kondisi dingin ekstrem inilah yang melahirkan berbagai inovasi kebudayaan masyarakat Korea sejak zaman kuno, mulai dari sistem pemanas lantai ondol hingga tradisi menyetok kimchi untuk persediaan bahan makanan selama tanah membeku.

Lantas apa itu “Ondol”? Dilansir dari laman Instagram @ storiapast, dikatakan bahwa Ondol adalah sistem pemanas lantai tradisional khas Korea yang memanfaatkan transfer panas langsung dari asap pembakaran kayu di bawah lantai. Sistem ini menjadi salah satu warisan arsitektur paling canggih dari zaman kuno Korea karena keefisienannya menjaga kehangatan rumah saat musim dingin yang ekstrem.

Sistem tradisional ondol bekerja secara mekanis memanfaatkan aliran udara panas, cara kerja sitem pemanas ini juga sangat unik, dimulai dari:

1. Agungi (Tungku), dimana tungku ini sengaja diletakkan du luar ruangan atau dapur dengan posisi lebih rendah dari lantai kamar. Tungku inilah yang kemudian digunakan sebagai media memasak sekaligus membakar kayu.

2. Gudeol (Batu Pemanas), diletakkan di bawah lantai kamar, diletakkan lempengan batu pipih yang disangga oleh tiang-tiang batu.

3. Gorae (Saluran Asap), dalam hal ini udara panas dan asap dari tungku mengalir melalui celah-celah di bawah lantai batu ini, memanaskan batu gudeol.

4. Gulttuk (Cerobong Asap), untuk cerobong inilah yang kemudian menjadi jalan keluarnya asap yang dibuat diluar bangunan.

Batu yang sudah panas akan menyimpan dan memancarkan kehangatan ke seluruh ruangan dalam waktu yang sangat lama. Meski demikian keberadaan system pemanas bernama ondol ini, membentuk budaya duduk dan tidur di lantai (sitting culture) yang bertahan hingga hari ini.

Meskipun sistem saluran asap tradisional kini jarang digunakan karena risiko racun karbon monoksida dan efisiensi bahan bakar, prinsip dasar ondol tidak pernah hilang. Di bangunan modern dan apartemen Korea saat ini, dipakai sistem Ondol Modern (Pemanas Air/Hydronic Heating).

Air panas dialirkan melalui pipa-pipa kecil yang ditanam di bawah lantai beton. Sistem pemanas lantai modern ini diadaptasi ke berbagai negara karena sifatnya yang efisien dan tidak membuat udara ruangan menjadi kering seperti sistem air conditioner panas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....