Teleskop NASA Ini Bisa Mengintip Alam Semesta 22 Tahun
- 19 Sep 2026 18:39 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Nancy Grace Roman Space Telescope diluncurkan pada 30 Agustus 2026 dengan perkiraan bahan bakar mendukung operasi selama 22 tahun, melampaui target awal 10 tahun.
- Manuver koreksi lintasan pertama pada 31 Agustus menunjukkan efisiensi bahan bakar jauh lebih tinggi dari alokasi yang telah disiapkan oleh tim NASA.
- Analisis penggunaan bahan bakar dalam peluncuran dan koreksi lintasan awal memberikan outlook positif untuk umur operasional dan kesuksesan misi jangka panjang teleskop.
RRI.CO.ID, Cirebon - Nancy Grace Roman Space Telescope milik NASA baru saja mendapat kabar menggembirakan. Teleskop antariksa yang diluncurkan pada 30 Agustus 2026 itu diperkirakan memiliki bahan bakar yang cukup untuk mendukung operasi sains selama setidaknya 22 tahun, lebih dari dua kali lipat dari rancangan awal misi selama 10 tahun.
Perkiraan tersebut muncul setelah tim NASA menganalisis penggunaan bahan bakar dalam manuver pertama Roman setelah peluncuran. Pada 31 Agustus, teleskop melakukan koreksi lintasan untuk mengarah menuju orbit akhirnya, dan manuver tersebut ternyata menggunakan jauh lebih sedikit bahan bakar dibandingkan alokasi yang telah disiapkan.
NASA menyebut manuver pertama dilakukan dengan tingkat ketepatan lebih dari 99 persen. Dari sekitar 200 kilogram bahan bakar yang sebelumnya dialokasikan untuk manuver tersebut, Roman hanya membutuhkan sekitar 18 kilogram, atau kurang dari 10 persen dari anggaran bahan bakar untuk koreksi lintasan pertama.
Ada faktor lain yang ikut memperpanjang potensi umur misi. Roman ternyata memiliki massa aktual sekitar 8.056 kilogram, lebih ringan dibandingkan batas maksimum 9.800 kilogram yang digunakan dalam perencanaan. Kondisi tersebut memungkinkan tim NASA mengisi tangki propelan lebih penuh sebelum peluncuran karena kebutuhan bahan bakar untuk manuver awal menjadi lebih rendah.
Semula, Roman dirancang menjalankan misi utama selama lima tahun dengan kemungkinan perpanjangan lima tahun berikutnya. Artinya, desain awal menyediakan anggaran bahan bakar untuk sekitar 10 tahun operasi. NASA kini memperkirakan penghematan dari manuver pertama, tambahan bahan bakar saat peluncuran, serta efisiensi pada manuver berikutnya dapat memperpanjang potensi operasi sains hingga setidaknya 22 tahun.
Namun, angka 22 tahun bukan jaminan bahwa Roman pasti akan beroperasi selama 22 tahun. Perkiraan tersebut terutama berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar sebagai sumber daya habis pakai utama untuk menjaga teleskop tetap berada pada orbitnya. Kondisi instrumen, sistem pesawat ruang angkasa, dan faktor operasional lainnya juga akan menentukan berapa lama misi benar-benar dapat berlangsung.
Saat ini Roman masih dalam perjalanan menuju titik Lagrange 2 atau L2, sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi. NASA memperkirakan teleskop akan mencapai kawasan tersebut sekitar awal Desember 2026, setelah itu tim akan melanjutkan proses pengujian dan kalibrasi sebelum observasi ilmiah penuh dimulai.
Menariknya, Roman sudah mulai menunjukkan bahwa instrumen utamanya berfungsi. Pada September 2026, NASA berhasil mengaktifkan Wide Field Instrument, kamera inframerah beresolusi 300 megapiksel yang dirancang untuk menangkap wilayah langit yang sangat luas dengan detail tinggi. Instrumen ini akan membantu ilmuwan mempelajari galaksi, struktur alam semesta, materi gelap, energi gelap, serta planet di luar Tata Surya.
Roman juga membawa Coronagraph Instrument, teknologi yang dirancang untuk menghalangi cahaya bintang sehingga cahaya redup dari planet yang mengorbit bintang tersebut dapat lebih mudah diamati. NASA menyebut instrumen ini sebagai demonstrasi teknologi untuk pencitraan langsung planet di luar Tata Surya.
Dengan masa operasi potensial yang jauh lebih panjang, Roman berpeluang mengumpulkan data astronomi dalam rentang waktu yang sangat panjang. Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperluas pemahaman manusia mengenai bagaimana alam semesta berkembang, bagaimana materi tersebar, serta bagaimana planet-planet di luar Tata Surya terbentuk dan berevolusi.
NASA sendiri memperkirakan gambar ilmiah pertama Roman akan dirilis pada awal 2027 setelah rangkaian pengujian dan kalibrasi selesai. Jika seluruh sistem bekerja sesuai rencana, teleskop ini akan menjadi salah satu observatorium luar angkasa penting yang melengkapi pengamatan dari teleskop seperti Hubble dan James Webb.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....