NASA Temukan Kawah Raksasa Super Langka di Bulan
- 18 Sep 2026 22:36 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- NASA menemukan kawah baru bernama McGetchin di permukaan Bulan yang terbentuk dari tumbukan benda langit dalam peristiwa langka yang hanya terjadi sekali dalam satu abad.
- Penemuan dilakukan pada 24 Oktober 2025 oleh ilmuwan Robert Wagner menggunakan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter Camera yang telah mengamati Bulan selama bertahun-tahun.
- Titik terang tidak biasa dikelilingi pola gelap pada peta permukaan Bulan mengindikasikan adanya material permukaan yang baru saja mengalami gangguan besar akibat tumbukan.
RRI.CO.ID, Cirebon - NASA mengungkap penemuan kawah baru di permukaan Bulan yang terbentuk akibat tumbukan benda langit dalam sebuah peristiwa yang diperkirakan hanya terjadi sekitar sekali dalam satu abad. Kawah tersebut diberi nama McGetchin, dan ditemukan menggunakan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), wahana yang telah mengamati permukaan Bulan selama bertahun-tahun.
Menurut NASA Science, penemuan ini bermula dari pemeriksaan rutin terhadap data citra Bulan. Pada 24 Oktober 2025, Robert Wagner, ilmuwan pemrosesan citra yang bekerja dengan data Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC), menemukan sebuah titik terang tidak biasa yang dikelilingi pola gelap pada peta permukaan Bulan. Pola tersebut mengindikasikan adanya material permukaan yang baru saja mengalami gangguan besar.
Setelah membandingkan gambar sebelum dan sesudah peristiwa tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa perubahan itu merupakan jejak tumbukan baru. Kawah McGetchin diperkirakan terbentuk antara 11 April dan 22 Mei 2024, ketika sebuah asteroid atau komet berukuran kira-kira seperti bangunan tiga hingga enam lantai menghantam permukaan Bulan.
Ukuran kawah ini tergolong sangat besar untuk sebuah kawah yang baru terbentuk. NASA memperkirakan McGetchin memiliki diameter sekitar 728 kaki atau 222 meter, setara dengan panjang sekitar dua lapangan sepak bola. Kedalamannya mencapai sekitar 141 kaki atau 43 meter, sehingga ukurannya jauh lebih besar dibandingkan sejumlah kawah baru yang sebelumnya berhasil diidentifikasi.
Yang membuat penemuan ini semakin menarik adalah frekuensi kejadiannya. Para ilmuwan memperkirakan tumbukan dengan skala seperti yang membentuk McGetchin terjadi di Bulan kira-kira sekali dalam satu abad atau bahkan lebih jarang. Karena itu, keberadaan kawah yang relatif baru tersebut memberikan kesempatan langka untuk mempelajari secara langsung bagaimana tumbukan benda langit mengubah permukaan Bulan.
Pengamatan lanjutan menggunakan instrumen Diviner milik LRO juga menemukan perubahan yang lebih luas di sekitar kawah. Area sekitar empat mil atau lebih dari enam kilometer di sekeliling McGetchin menunjukkan suhu malam hari sekitar 16 derajat Fahrenheit atau hampir 9 derajat Celsius lebih dingin dibandingkan wilayah di sekitarnya. Para peneliti mengaitkan kondisi tersebut dengan regolit, lapisan tanah dan material lepas di permukaan Bulan, yang menjadi lebih renggang akibat energi tumbukan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak sebuah tumbukan tidak hanya terbatas pada lubang kawah. Material yang terlontar dan perubahan struktur regolit dapat memengaruhi wilayah yang jauh lebih luas. Kondisi ini juga menjadi perhatian dalam eksplorasi Bulan karena karakter permukaan dapat memengaruhi pergerakan roda rover maupun aktivitas wahana di sekitar lokasi tumbukan.
Penemuan McGetchin juga memperlihatkan pentingnya pengamatan berulang terhadap permukaan Bulan. Dengan membandingkan citra yang diambil pada waktu berbeda, ilmuwan dapat mengidentifikasi perubahan yang mungkin sulit terlihat dalam satu gambar saja. Data dari LRO memungkinkan para peneliti bukan hanya menemukan kawah tersebut, tetapi juga mengukur ukuran, bentuk, serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
NASA sebelumnya juga telah mendokumentasikan kawah baru akibat tumbukan benda buatan manusia. Pada Agustus 2026, LRO mengabadikan kawah yang terbentuk setelah bagian atas roket Falcon 9 menghantam permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026. Kawah tersebut memiliki diameter sekitar 60 kaki atau 18 meter, jauh lebih kecil dibandingkan McGetchin.
Bagi para ilmuwan, kawah McGetchin menjadi semacam laboratorium alami untuk memahami proses tumbukan di Bulan. Permukaan Bulan tidak memiliki atmosfer tebal seperti Bumi yang dapat membakar atau memperlambat banyak benda langit, sehingga jejak tumbukan menjadi bagian penting dari sejarah geologinya. Studi terhadap kawah baru seperti McGetchin dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana permukaan Bulan terus berubah dan bagaimana lingkungan tersebut dapat memengaruhi misi eksplorasi manusia di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....