Pendiri TikTok Jadi Miliarder Terkaya di Asia, Kekayaan Capai Rp1.869 Triliun

  • 18 Sep 2026 17:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pendiri ByteDance, Zhang Yiming, kini tercatat sebagai miliarder dengan kekayaan terbesar di Asia. Melansir Bloomberg, Kamis 17 September 2026 kekayaan Zhang mencapai 105,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.869 triliun berdasarkan Bloomberg Billionaires Index.

Kenaikan tersebut berkaitan dengan perubahan valuasi ByteDance yang dianalisis Bloomberg berdasarkan data dari sejumlah perusahaan investasi besar. BlackRock, Fidelity Investments, dan T. Rowe Price menjadi beberapa perusahaan yang menjadi acuan dalam analisis tersebut, sehingga kekayaan Zhang bertambah lebih dari 12 miliar dollar AS atau sekitar Rp212 triliun dalam sebulan.

Posisi Zhang di puncak daftar tersebut sebelumnya ditempati Gautam Adani, pendiri Adani Group asal India. Kekayaan keduanya kini hanya terpaut sekitar 700 juta dollar AS atau Rp12 triliun, dengan Zhang berada sekitar 0,7 persen di atas Adani.

Adani menghadapi tekanan terhadap nilai kekayaannya dalam beberapa bulan terakhir seiring penyesuaian saham pada indeks MSCI dan aksi jual saham secara lebih luas. Kondisi itu membuat kekayaannya menurun setelah sebelumnya mencapai 120 miliar dollar AS atau sekitar Rp2.120 triliun pada Juni 2026.

Sementara itu, perkembangan kekayaan Zhang menunjukkan peningkatan yang cukup besar sejak masuk Bloomberg Billionaires Index pada 2019 dengan nilai sekitar 13 miliar dollar AS atau Rp230 triliun. Sepanjang 2026, kekayaannya telah bertambah sekitar 40 miliar dollar AS atau Rp708 triliun, sedangkan dokumen hukum 2024 menunjukkan Zhang masih memiliki 21 persen saham ByteDance.

ByteDance didirikan Zhang pada 2012 dan awalnya berkembang melalui aplikasi agregator berita Toutiao sebelum memperluas bisnis ke video pendek lewat Douyin yang kemudian dikenal sebagai TikTok. Melansir Global Times, perusahaan tersebut membukukan laba bersih 42 miliar dollar AS atau sekitar Rp744 triliun dari pendapatan global 200 miliar dollar AS atau sekitar Rp3.544 triliun sepanjang 2025.

Selain TikTok, ByteDance kini memiliki bisnis di berbagai sektor, termasuk e-commerce, pendidikan, game, dan kecerdasan buatan atau AI. Melansir The Wall Street Journal dan Reuters, perusahaan juga memperkuat pengembangan AI melalui pendanaan 29,6 miliar dollar AS serta penggalangan dana Anew Labs sebesar 290 juta dollar AS pada Rabu (16/9/2026), yang membuat unit tersebut bernilai 1,5 miliar dollar AS dan tetap dimiliki ByteDance sebesar 56 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....