Peran Shorebase dalam Rantai Pasok dan Logistik Industri Migas
- 03 Sep 2026 19:36 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID., Cirebon - Shorebase menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan logistik industri minyak dan gas (migas), khususnya untuk kegiatan operasional di wilayah lepas pantai atau offshore. Fasilitas yang berada di darat dan terhubung dengan lokasi operasi di perairan tersebut berperan dalam menerima, menyimpan, menyiapkan, hingga memobilisasi berbagai material dan peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan migas.
Chief of Operations Eastkal, Fatoni Tahar Hidayat, mengatakan keberadaan shorebase turut memengaruhi kelancaran operasional industri migas karena menjadi salah satu titik pengelolaan logistik antara fasilitas di darat dan lokasi operasi di laut.
“Dalam kegiatan migas, shorebase punya peran yang cukup penting dalam rantai pasok dan juga memengaruhi kelancaran operasional di lapangan. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya fasilitas dan layanan yang tersedia, tetapi juga bagaimana seluruh kegiatan dijalankan dengan baik, aman, dan sesuai dengan perizinan serta standar yang berlaku,” ujarnya dikutip dari rilis pada Selasa 1 September 2026.
Secara umum, fasilitas shorebase dapat mencakup dermaga atau fasilitas pelabuhan, area penempatan barang atau laydown area, gudang, area penyimpanan, serta fasilitas pendukung lainnya. Fasilitas tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas berthing, penanganan kargo, penyimpanan, hingga mobilisasi material dan peralatan menuju lokasi operasi.
Keberadaan shorebase menjadi semakin penting seiring dengan beragamnya kebutuhan logistik pada setiap tahapan kegiatan migas. Pada tahap eksplorasi dan pengeboran, misalnya, kebutuhan dapat berupa peralatan pengeboran, material pendukung, dan berbagai perlengkapan operasional.
Sementara pada tahap produksi, kebutuhan logistik dapat berupa pengiriman rutin material, peralatan, maupun kebutuhan operasional lainnya. Sejumlah peralatan juga membutuhkan waktu pengadaan yang panjang sehingga membutuhkan perencanaan rantai pasok yang matang.
Di Indonesia, sejumlah shorebase telah beroperasi di berbagai wilayah, antara lain Lamongan, Sampang, Penajam, Batam, dan Lhokseumawe. Fasilitas tersebut memiliki pengalaman dalam mendukung kegiatan industri migas, mulai dari eksplorasi, pengeboran, pengembangan area, hingga produksi.
Salah satu fasilitas yang beroperasi di Indonesia adalah Eastkal Shorebase di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. PT Pelabuhan Penajam Banua Taka (Eastkal) menyediakan layanan kepelabuhanan terintegrasi selama 24 jam, meliputi berthing, cargo handling, penyimpanan, serta berbagai layanan pendukung lainnya.
Dalam operasionalnya, karakteristik kargo industri migas yang beragam, baik dari sisi ukuran, berat, dimensi, maupun kompleksitas, membutuhkan kesiapan fasilitas, peralatan, serta tenaga kerja. Eastkal, antara lain, menangani kargo seperti Christmas Tree atau X-Tree dan riser dengan dukungan peralatan serta tenaga kerja yang telah tersertifikasi di bidang migas.
Aspek mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta keamanan fasilitas juga menjadi bagian dalam pengelolaan operasional. Eastkal menerapkan sejumlah standar, di antaranya ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, serta ISPS Code.
Selain standar operasional, pengelolaan shorebase juga membutuhkan pemenuhan berbagai perizinan yang berkaitan dengan kepelabuhanan, logistik, lingkungan, dan fasilitas pendukung. Eastkal memiliki sejumlah perizinan, antara lain Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Pusat Logistik Berikat (PLB), Izin Operasional Liquid Mud Plant (LMP), Kelayakan Lingkungan, serta perizinan pengelolaan Limbah B3.
Pengelolaan shorebase dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga mencakup kesiapan operasional, keselamatan kerja, kepatuhan terhadap standar, serta pemenuhan perizinan yang berlaku.
Keberadaan shorebase menjadi salah satu bagian dari rangkaian logistik industri migas yang menghubungkan kebutuhan operasional di darat dengan aktivitas di laut.
Dukungan tersebut diperlukan agar mobilisasi material dan peralatan pada setiap tahapan kegiatan dapat berlangsung secara terencana, aman, dan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....