Penyebab Jantung Berdebar Kencang ketika Ada Sesuatu yang Mengagetkan
- 31 Agt 2026 21:46 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID,Cirebon - Pernahkah jantung tiba-tiba berdebar sangat kencang ketika seseorang dikejutkan oleh suara keras, melihat sesuatu yang menakutkan, atau mengalami kejadian tidak terduga? Kondisi tersebut dikenal sebagai palpitasi, yaitu sensasi ketika jantung terasa berdetak cepat, kuat, berdebar atau seperti berdenyut tidak beraturan. Dalam banyak kasus, reaksi tersebut merupakan respons alami tubuh terhadap rasa takut atau kaget dan biasanya berlangsung sementara.
Mengapa rasa kaget bisa membuat jantung berdetak lebih cepat? Ketika otak mengenali adanya ancaman, tubuh secara otomatis mengaktifkan respons “fight or flight” atau melawan maupun melarikan diri. Pada kondisi ini, tubuh melepaskan hormon adrenalin yang membuat denyut jantung meningkat agar darah dan oksigen lebih cepat dialirkan ke otot. Akibatnya, seseorang dapat merasakan jantung berdegup kencang, napas menjadi lebih cepat, berkeringat, gemetar atau merasa tegang.
Reaksi berdebar dapat muncul ketika seseorang tiba-tiba mendengar suara keras, hampir mengalami kecelakaan, melihat sesuatu yang mengejutkan, menghadapi situasi menegangkan, atau menerima berita yang membuat panik. Siapa pun dapat mengalaminya karena mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan alami tubuh. Setelah otak menilai bahwa bahaya sudah berlalu, respons stres secara bertahap mereda dan denyut jantung biasanya kembali ke kondisi normal.
Selain rasa kaget dan takut, apa saja yang dapat menyebabkan jantung berdebar? Menurut Mayo Clinic, palpitasi juga dapat dipicu oleh stres, kecemasan, olahraga berat, konsumsi kafein atau nikotin, demam, perubahan hormon, serta gangguan kadar hormon tiroid. Pada sebagian kecil kasus, jantung berdebar dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung atau aritmia sehingga penyebabnya perlu diperiksa jika keluhan sering terjadi atau semakin berat.
Jika pemicunya jelas dan keluhan hanya berlangsung sebentar, seseorang dapat menenangkan diri, duduk atau beristirahat, kemudian mengatur pernapasan secara perlahan. Mengurangi stres serta membatasi minuman berkafein dan zat stimulan juga dapat membantu mengurangi pemicu palpitasi.
Jantung berdebar perlu mendapat perhatian medis jika palpitasi terjadi berulang kali tanpa pemicu yang jelas, berlangsung lama, semakin sering, atau disertai nyeri atau tekanan di dada, sesak napas berat, pusing hebat maupun pingsan, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis. Mayo Clinic menyarankan pertolongan darurat apabila jantung berdebar disertai nyeri dada, pingsan, sesak napas berat atau pusing berat.
Dengan demikian, jantung berdebar kencang ketika terkejut pada umumnya merupakan reaksi alami tubuh terhadap rasa takut atau ancaman. Adrenalin membuat jantung bekerja lebih cepat untuk mempersiapkan tubuh menghadapi situasi tersebut. Meski biasanya tidak berbahaya dan akan mereda setelah seseorang tenang, keluhan yang sering muncul atau disertai gejala serius tidak boleh diabaikan. Memahami mekanisme tubuh ini membantu masyarakat membedakan reaksi kaget yang normal dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....