UPI Perkuat Akademik dan Literasi Digital Mahasiswa di Malaysia

  • 29 Agt 2026 07:00 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • UPI melalui Fakultas Ilmu Pendidikan meluncurkan program untuk memperkuat kompetensi akademik, intelektual, dan literasi digital mahasiswa Indonesia di USIM Malaysia.
  • Program tersebut bernama 'Empowering Indonesian Scholars: Program Pendidikan dan Pelatihan Terpadu Berbasis Kompetensi Digital dan Akademik bagi Mahasiswa Indonesia di USIM Malaysia'.
  • Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Luar Negeri (PkM-LN) yang menunjukkan komitmen UPI dalam mendukung pengembangan mahasiswa Indonesia di luar negeri.

RRI.CO.ID, Kuningan - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) memperkuat kompetensi akademik, intelektual, dan literasi digital mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Penguatan tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Luar Negeri (PkM-LN) bertajuk “Empowering Indonesian Scholars: Program Pendidikan dan Pelatihan Terpadu Berbasis Kompetensi Digital dan Akademik bagi Mahasiswa Indonesia di USIM Malaysia”.

Program internasional itu digelar secara virtual melalui Zoom Meeting selama dua hari, yakni 18 dan 19 Agustus 2026, masing-masing mulai pukul 13.30 WIB atau 14.30 MYT. Kegiatan dipimpin Dr. Nani Hartini, M.Pd. selaku Ketua Tim Pengabdian dari FIP UPI.

Program tersebut merupakan hasil sinergi UPI dengan USIM yang diwakili Senior Lecturer USIM, Dr. Fauziah Hassan, serta didukung Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) USIM. Pelaksanaan secara daring tetap diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.

Pada hari pertama, Selasa, 18 Agustus 2026, materi difokuskan pada integrasi teknologi dalam kepenulisan ilmiah dan pengembangan potensi diri. Sesi tersebut menghadirkan Dr. Mohd Azmi bin Mohd. Razif, Senior Lecturer USIM; Dr. Nani Hartini, M.Pd., Dosen UPI; serta Dr. Liris Raspatiningrum, M.Pd., Dosen UPI.

Materi pertama bertajuk “AI Rekan Penyelidik Anda: Panduan Practical Menulis Artikel Jurnal untuk Mahasiswa”. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence sebagai asisten riset digital, bukan pengganti pemikiran kritis.

AI diperkenalkan untuk membantu mempercepat penelusuran ide, pemetaan literatur, hingga penyusunan artikel ilmiah secara etis dan bertanggung jawab dengan tetap menjaga keaslian karya.

Materi berikutnya membahas “Pengembangan Karir”. Dalam sesi tersebut, akademisi UPI memaparkan strategi membangun portofolio intelektual, memperkuat kecakapan soft skills, serta merancang peta jalan profesional bagi lulusan diaspora Indonesia.

Pelatihan berlanjut pada hari kedua, Rabu, 19 Agustus 2026. Sesi tersebut diarahkan untuk mempertajam metodologi penelitian sekaligus strategi menembus jurnal bereputasi global.

Materi hari kedua disampaikan Dr. Fauziah Hassan, Senior Lecturer USIM; Dr. Cicih Sutarsih, M.Pd., Dosen UPI; serta M. Irvan Gunawan, S.Pd., mahasiswa S2 UPI. Sesi diawali dengan materi “Kunci Sukses Kuliah” yang membahas adaptasi terhadap iklim akademik internasional, efisiensi manajemen waktu riset, serta ketahanan mental untuk menyelesaikan studi tepat waktu.

Peserta kemudian mendapatkan materi “Literatur Review and Systematic Searching”. Mereka dilatih melakukan penelusuran literatur secara terstruktur menggunakan database internasional bereputasi, teknik ekstraksi sumber primer, hingga sintesis kepustakaan secara presisi.

Materi puncak bertajuk “Menulis, Memilih, dan Menerbit: Panduan Practical Penerbitan dalam Jurnal Antarabangsa”. Materi tersebut membahas strategi publikasi, mulai dari memilih jurnal tujuan melalui journal matching, memahami kriteria penilaian peer-reviewer, hingga teknik merespons ulasan penilai secara akademik agar artikel memiliki peluang diterbitkan di tingkat internasional.

“Eksistensi mahasiswa Indonesia di luar negeri merupakan aset intelektual bangsa yang strategis. Melalui pembekalan dua hari ini, kami memadukan literasi digital berbasis AI dengan kaidah metodologi penelitian ketat. Harapannya, para akademisi muda di USIM tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga mampu menorehkan karya ilmiah bereputasi internasional serta berdaya saing global,” tegas Dr. Nani Hartini, M.Pd., Ketua Tim Pengabdian FIP UPI, Jumat 28 Agustus 2026 kepada RRI.

Penyelenggara menyatakan pengabdian luar negeri secara berkesinambungan ini merupakan bentuk implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Program tersebut secara khusus mendukung IKU 2 terkait pengalaman mahasiswa di luar kampus serta IKU 9 mengenai kemitraan internasional kelas dunia.

Program tersebut turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-4 dan poin ke-8. Dukungan ini diwujudkan melalui pemerataan akses pembinaan literasi akademik untuk pendidikan berkualitas, serta pembekalan kapasitas sumber daya manusia unggul demi mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Senior Lecturer USIM, Dr. Fauziah Hassan, mengapresiasi kolaborasi akademik tersebut. Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan sebagai wadah pertukaran gagasan sekaligus pendampingan karya ilmiah bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Malaysia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....