Kondisi Pasang Surut Air Laut Pengaruhi Proses Produksi Garam Cirebon

  • 25 Agt 2026 20:27 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kondisi pasang surut air laut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan petambak garam di Kabupaten Cirebon karena memengaruhi tingkat kepekatan air bahan baku dan proses produksi garam. Dalam Dialog “Cirebon Menyapa” yang disiarkan Kamis, 20 Agustus 2026, Pembina Mutu Hasil Perikanan DKPP Kabupaten Cirebon, Eka Razak Kurniawan, mengatakan petambak perlu mengetahui kadar Baumé atau tingkat kepekatan air sebelum memasukkannya ke tambak.

Air laut yang masuk ketika pasang dengan tingkat kepekatan sekitar dua hingga tiga derajat Baumé masih dapat diolah untuk meningkatkan kadarnya sesuai kebutuhan produksi. Namun, apabila air laut bercampur dengan air tawar dari sungai hingga kadar kepekatannya turun menjadi nol atau satu derajat Baumé, proses pengolahannya membutuhkan usaha lebih besar dan waktu lebih lama.

Menurut Eka, air bahan baku dengan kadar kepekatan nol derajat Baumé akan menyulitkan proses produksi garam karena membutuhkan proses treatment yang lebih panjang. Karena itu, petambak perlu memastikan kondisi air bahan baku sesuai dengan standar operasional produksi sebelum digunakan.

Kondisi tersebut berkaitan dengan tahapan produksi karena air perlu dinaikkan tingkat kepekatannya secara bertahap hingga mencapai sekitar 23 derajat Baumé sebelum masuk tahap kristalisasi. Setelah mencapai kadar tersebut, proses pembentukan kristal garam dapat berlangsung sekitar tujuh hingga 14 hari hingga siap dipanen.

Eka mengatakan pemantauan kondisi pasang surut diperlukan agar petambak dapat menentukan air bahan baku yang sesuai untuk produksi. “Jadi pasang surutnya ini harus kami ketahui dari petambak garam, air bahan baku yang padatnya yang diperlukan itu berapa, itu harus diketahui,” kata Eka.

Dengan pengelolaan air bahan baku yang tepat, petambak dapat menjaga efisiensi proses produksi sekaligus mendukung kualitas garam yang dihasilkan. Pengetahuan mengenai kadar Baumé tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan teknik produksi garam yang sesuai dengan kondisi perairan di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....