YouTube Perketat Monetisasi 2027, Target Jadi 8.000 Jam
- 17 Agt 2026 10:13 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - YouTube akan memperketat persyaratan monetisasi bagi kreator baru mulai 1 Februari 2027. Kebijakan terbaru ini membuat kreator yang ingin mendapatkan pembagian pendapatan dari iklan dan YouTube Premium harus memenuhi target yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Salah satu perubahan paling besar adalah kenaikan persyaratan jam tayang dari 4.000 menjadi 8.000 jam dalam 365 hari terakhir. Sementara itu, syarat jumlah subscriber tetap berada di angka 1.000 subscriber untuk masuk ke tingkat monetisasi penuh.
Selain jalur video panjang, YouTube juga menaikkan persyaratan bagi kreator yang mengandalkan Shorts. Mulai 2027, kreator baru membutuhkan 20 juta penayangan Shorts yang memenuhi syarat dalam 90 hari, naik dua kali lipat dari persyaratan sebelumnya sebesar 10 juta views.
Informasi mengenai perubahan tersebut turut menjadi perhatian setelah dibagikan oleh akun Instagram @indozonetech pada Minggu, 16 Agustus 2026, yang menyoroti kenaikan target monetisasi YouTube dan mempertanyakan apakah target 8.000 jam tayang masih realistis bagi kreator pemula.
Meski persyaratan monetisasi penuh diperketat, YouTube tidak mengubah jalur awal YPP untuk fitur pendanaan penggemar dan Shopping bagi kreator yang memenuhi syarat. Kreator masih dapat mengakses tingkat tersebut dengan 500 subscriber, tiga unggahan publik dalam 90 hari, serta 3.000 jam tayang atau 3 juta views Shorts sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, YouTube juga memperluas peluang pendapatan yang tidak hanya bergantung pada iklan. Platform tersebut menyiapkan peluang melalui YouTube Shopping, kerja sama dengan brand, insentif tren, serta pengembangan layanan berbasis langganan seperti Premium Lite.
Dengan target 8.000 jam tayang, kreator pemula memang harus bekerja lebih konsisten untuk mengejar monetisasi penuh sebelum aturan baru berlaku. Namun, target tersebut masih realistis jika pertumbuhan channel dilakukan secara terukur, terutama dengan mengombinasikan konten video panjang, strategi mempertahankan penonton, dan Shorts sebagai pintu masuk audiens baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....