Misteri Struktur Lingkaran Batu Gurun Atbai

  • 14 Agt 2026 09:53 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Rangkaian kekeringan parah yang melanda Mesir sekitar 7.000 tahun lalu memicu proses aridisasi yang mengubah wilayah tersebut menjadi gurun pasir. Fenomena iklim ini memaksa mayoritas komunitas berpindah ke Lembah Sungai Nil, sementara sekelompok masyarakat nomad memilih bertahan di tengah ancaman gurun.

Aridisasi adalah proses perubahan lingkungan atau iklim yang membuat suatu wilayah menjadi semakin kering, gersang, atau mirip gurun (arid), baik akibat faktor alam maupun kegiatan manusia. Aridisasi dan desertifikasi merupakan dua proses yang membuat lingkungan menjadi kering, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar pada skala dan faktor penyebab utamanya.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, Jumat 14 Agustus 2026, melalui bantuan citra satelit para peneliti berhasil mengidentifikasi hampir 300 struktur lingkaran batu berukuran raksasa yang tersebar di Gurun Atbai. Penemuan struktur kuno yang membentang dari wilayah Mesir selatan hingga Sudan timur laut ini memberikan petunjuk penting mengenai kehidupan penggembala ternak masa lalu.

Peneliti Maria Carmela Gatto dari Polish Academy of Sciences menegaskan bahwa lingkaran batu tersebut bukanlah kandang hewan, melainkan makam bagi kelompok nomad elit. Penemuan monumental ini berhasil mengisi kekosongan peta arkeologi mengenai sejarah kehidupan prasejarah di kawasan Afrika Timur Laut.

Studi yang dipimpin oleh Julien Cooper dari Macquarie University di Sydney mengonfirmasi keberadaan makam batu yang tersebar sangat padat di lanskap gurun. Geoarkeolog Stefano Costanzo dari University of Milan turut memuji temuan luar biasa ini karena mampu menyingkap kebiasaan pemakaman unik para penduduk gurun.

"Bagi masyarakat nomad yang terus berpindah tempat, makam permanen menjadi satu-satunya struktur yang sangat berharga untuk dibangun," ungkap Maria Carmela Gatto.

Penggalian di situs Wadi Khashab menemukan makam manusia dewasa dan anak-anak yang dikuburkan bersama sisa-sisa sisa hewan ternak domba serta sapi. Berdasarkan analisis penanggalan karbon, struktur pemakaman megalitikum ini diperkirakan telah dibangun sejak tahun 5.000 SM dan terus dikunjungi hingga 2.000 SM.

Sebagian besar dari 280 lingkaran batu yang baru teridentifikasi ini berkumpul di sekitar sumber air, termasuk 112 struktur di cekungan Wadi Gabgaba. Pembangunan struktur megah ini membutuhkan pengerjaan kolektif yang membuktikan tingginya tingkat organisasi sosial masyarakat penggembala gurun pada masa tersebut.

Berdasarkan catatan sejarah Mesir Kuno, kelompok penggembala nomad yang mendiami wilayah Nubia ini dikenal dengan sebutan bangsa Medjay. Selain menggembalakan sapi, mereka juga dikenal memiliki keahlian luar biasa dalam menavigasi lanskap gurun serta memanfaatkan wilayah tambang emas.

Penemuan makam batu di Gurun Atbai ini serupa dengan penemuan struktur megalitikum misterius di kawasan Gurun Sahara. Kedua situs arkeologi dunia tersebut menjadi bukti sejarah mengenai tingginya peradaban serta penghormatan masyarakat nomad kuno terhadap para leluhur mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....