Pengemudi Mobil Mengantuk, Apa yang Harus Dilakukan?
- 31 Jul 2026 23:40 WIB
- Cirebon
RREI.CO.ID, Cirebon - Mengantuk saat mengemudi merupakan salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering diabaikan. Apa yang harus dilakukan ketika rasa kantuk datang di tengah perjalanan? Para pakar keselamatan berkendara menegaskan bahwa tindakan paling aman adalah segera menepi di tempat yang aman untuk beristirahat, bukan memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Mengemudi dalam kondisi mengantuk dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat waktu reaksi, bahkan memicu microsleep atau tertidur beberapa detik tanpa disadari.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pengemudi jarak jauh, pekerja shift malam, orang yang kurang tidur, serta penderita gangguan tidur seperti sleep apnea memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelelahan saat mengemudi. Bahkan, seseorang yang terjaga selama 17 jam berturut-turut dapat mengalami penurunan kemampuan mengemudi yang setara dengan pengaruh alkohol dalam kadar tertentu.
Begitu muncul tanda-tanda seperti sering menguap, mata terasa berat, sulit menjaga kendaraan tetap di jalur, melewatkan rambu lalu lintas, atau tidak mengingat beberapa kilometer terakhir yang telah dilalui, pengemudi sebaiknya segera mencari rest area, SPBU, atau tempat parkir yang aman untuk berhenti. Jangan menunggu hingga benar-benar tertidur di balik kemudi.
Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) menyarankan agar pengemudi berhenti di lokasi yang aman dan terang, seperti rest area atau tempat istirahat resmi. Hindari berhenti di bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Rasa kantuk tidak boleh dianggap sepele karena kantuk dapat menyebabkan microsleep, yaitu kondisi ketika seseorang tertidur selama beberapa detik tanpa disadari. Dalam hitungan detik tersebut, kendaraan tetap melaju tanpa kendali sehingga risiko tabrakan meningkat drastis. Minum kopi atau minuman berkafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara, tetapi bukan pengganti tidur yang cukup.
Para ahli menyarankan kombinasi minum satu hingga dua cangkir kopi atau minuman berkafein, kemudian tidur singkat selama sekitar 20 menit di tempat yang aman sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu, pastikan tidur 7–9 jam sebelum melakukan perjalanan jauh, bergantian mengemudi jika memungkinkan, serta beristirahat setiap dua jam atau sekitar 200 kilometer saat perjalanan panjang.
Mengemudi saat mengantuk bukanlah kondisi yang boleh disepelekan. Langkah paling tepat adalah segera berhenti di tempat yang aman, beristirahat, dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Keselamatan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya jauh lebih penting daripada mengejar waktu tiba di tujuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....