Teror di Udara: Kembang Api Ancam Ekosistem Satwa Liar
- 03 Jul 2026 10:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pada awal Januari 2025, ratusan burung mati ditemukan berserakan secara mengenaskan di jalur pendakian Pegunungan Sredna Gora, Bulgaria. Berdasarkan hasil nekropsi, para ilmuwan memastikan bahwa kematian massal satwa malang tersebut disebabkan oleh kepanikan akibat pertunjukan kembang api di kota terdekat.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, Jumat 3 Juli 2026, Stephany Lewis selaku Direktur Klinik Medis Margasatwa di University of Illinois menjelaskan bahwa kasus trauma fisik akibat kembang api ini sebenarnya sangat sering terjadi. Sayangnya, banyak hewan mati yang tidak pernah ditemukan di alam liar sehingga peristiwa tragis semacam ini jarang terdokumentasikan dengan baik.
Kepanikan akibat ledakan kembang api juga terbukti memicu respons stres yang sangat tinggi pada fisiologi angsa abu-abu. Penelitian terbaru di Berlin dan Belanda bahkan melaporkan adanya perubahan perilaku drastis pada spesies gagak yang terbang tak tentu arah hingga menabrak gedung.
Dampak buruk ini terasa jauh lebih parah bagi spesies burung hantu yang memiliki pendengaran sangat tajam. Anna Tobin dari New Mexico Wildlife Center menambahkan bahwa polusi suara ini sering kali menyebabkan induk hewan, seperti landak Amerika, menelantarkan anak-anak mereka karena ketakutan.
Meskipun demikian, sebuah penelitian di Cape Town menunjukkan bahwa gangguan kembang api terhadap anjing laut dan burung camar hanya berdampak jangka pendek. Peneliti bioakustik Kerri Seger juga mendapati bahwa kelelawar cokelat besar di Monterey Bay sempat berhenti berburu selama pertunjukan kembang api, tetapi dapat langsung pulih kembali.
Namun, pakar kelelawar Joy O’Keefe mengingatkan bahwa akumulasi hormon kortisol akibat stres berulang tetap dapat merusak sistem kekebalan tubuh satwa. Stephany Lewis bahkan menekankan adanya risiko penyakit capture myopathy yang mampu memicu kerusakan organ dalam akibat rasa takut yang ekstrem.
Sebagai solusinya, beberapa kota besar mulai beralih menggunakan pertunjukan lampu drone yang dinilai jauh lebih ramah lingkungan serta minim polusi suara. Guna melindungi satwa liar, Lewis sangat menyarankan manusia untuk memasang kembang api dengan jarak aman minimal satu mil dari kawasan konservasi alam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....