Misteri Sinyal Alien "Wow!" Mulai Terpecahkan
- 01 Jul 2026 19:41 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pada 15 Agustus 1977, teleskop Big Ear milik Ohio State University mendeteksi sebuah sinyal radio luar angkasa yang sangat kuat secara tidak sengaja. Ilmuwan proyek bernama Jerry Ehman sangat terkejut saat memeriksa cetakan data tersebut hingga melingkari kode uniknya dan menuliskan kata "Wow!" dengan tinta merah.
Dilansir dari Nationalgeographic.com, Rabu, 1 Juli 2026, sinyal pita sempit berdurasi 72 detik dari arah rasi bintang Sagitarius ini memiliki kekuatan 30 kali lipat dibanding radiasi latar belakang di sekitarnya. Karakteristik frekuensinya yang berada di angka 1.420 megahertz sangat cocok dengan garis hidrogen, sebuah frekuensi ideal yang diprediksi proyek SETI sebagai jalur komunikasi makhluk cerdas asing.
Seth Shostak selaku astronom senior di SETI Institute mengungkapkan bahwa fenomena legendaris ini sulit dibuktikan secara konklusif karena tidak pernah terulang kembali. Beliau juga menambahkan bahwa sebagian rekan akademisnya menduga sinyal unik ini sebenarnya hanyalah gangguan radio terrestrial yang berasal dari teknologi manusia bumi sendiri.
Kini, tim riset Arecibo Wow! Project yang dipimpin oleh astrobiolog Abel Méndez berhasil mengajukan sebuah penjelasan ilmiah baru yang jauh lebih alami. Melalui makalah tahun 2024, Méndez berargumen bahwa sinyal tersebut kemungkinan besar dihasilkan oleh pancaran energi magnetar raksasa yang menghantam awan gas hidrogen antarbintang.
Teori berbasis fenomena kosmik ini ternyata selaras dengan pemikiran astronom legendaris Carl Sagan yang tertuang dalam bukunya, Pale Blue Dot, pada tahun 1994. Jauh sebelum magnetar diteorikan secara resmi oleh para ilmuwan, Sagan sudah berspekulasi bahwa keanehan sinyal tersebut mungkin dipicu oleh interaksi bintang atau awan gas misterius.
Guna membuktikannya, tim ilmuwan modern ini meneliti kembali arsip data Observatorium Arecibo dan menemukan beberapa sinyal serupa yang berintensitas lebih rendah sebelum teleskop itu runtuh pada 2020. Melalui pemrosesan digital mutakhir, mereka juga menemukan fakta mengejutkan bahwa kekuatan sinyal ikonik tahun 1977 tersebut ternyata empat kali lebih besar dari perkiraan awal.
Publikasi riset tersebut langsung menarik perhatian para mantan sukarelawan Big Ear yang kemudian menyumbangkan tumpukan dokumen lama serta kartu plong berdebu dari garasi mereka. Dari harta karun arkeologi antariksa tersebut, para peneliti berhasil mengidentifikasi 45.000 deteksi yang belum pernah dipublikasikan beserta puluhan data dari Project META milik Harvard.
Meskipun belum sepenuhnya mengabaikan keberadaan tetangga antarbintang, Méndez menegaskan bahwa dunia sains harus tetap mempertahankan sedikit keraguan ilmiah yang sehat. Melalui pemahaman mendalam terhadap fenomena alam ini, para astronom berharap dapat memetakan langit dengan lebih efisien demi membedakan kilatan bintang dari pesan alien sesungguhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....