Lensa Robert Capa dan Tragedi D-Day

  • 07 Jun 2026 17:24 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Sebuah foto ikonik menampilkan seorang prajurit yang tengah merangkak di antara deburan ombak dengan latar belakang kapal perang raksasa yang membayangi di lautan. Gambar kabur tersebut merekam hiruk-pikuk peristiwa D-Day pada 6 Juni 1944, saat 160.000 pasukan Sekutu menyerbu pantai Normandia dalam invasi laut terbesar sepanjang sejarah World War II.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, Minggu, 7 Juni 2026, ketika para prajurit bertaruh nyawa dengan memegang senapan di garis pantai Prancis, fotografer legendaris Robert Capa justru bersenjatai kamera untuk membidik kengerian perang tersebut. Hasil bidikan fotografer kelahiran Hungaria itu berhasil memberikan pandangan nyata bagi jutaan warga sipil mengenai kekejaman perang yang hampir merenggut nyawanya.

Sebelum menginjak usia 30 tahun, Robert Capa telah dikenal sebagai jurnalis foto veteran yang mendapatkan atensi internasional berkat keberaniannya merekam Perang Saudara Spanyol. Pengalaman mengerikan di Spanyol tersebut juga sempat merenggut nyawa pasangannya yang sesama jurnalis foto, Gerda Taro, pada tahun 1937.

Dikontrak oleh majalah Life, Capa menuliskan dalam memoarnya berjudul Slightly Out of Focus bahwa ia memilih bergabung dengan gelombang pertama pasukan di Pantai Omaha. Demi tugas kemanusiaan itu, ia sadar akan risiko kematian hingga sempat membuat surat wasiat dan pesan perpisahan untuk keluarganya.

Tepat pada saat fajar menyingsing, Capa bersama para prajurit melompat ke air setinggi pinggang dan menerjang desingan peluru tajam tentara Jerman yang merobek air di sekitarnya. Di tengah tumpukan mayat, ia terus menekan tombol rana kamera dan berhasil mengabadikan sosok prajurit yang diduga sebagai Huston S. Riley atau Edward K. Regan.

Setelah satu setengah jam bertahan di bawah ledakan mortir yang mengguncang tubuhnya, Capa berhasil dievakuasi menggunakan kapal penyelamat bersama rombongan tim medis. Ia berhasil pulang dengan selamat dari pertempuran berdarah tersebut, namun lebih dari 4.000 pasukan Sekutu lainnya dilaporkan tewas pada akhir hari.

Sesampainya di London, Capa mengirimkan 106 foto yang berhasil diabadikannya, namun mayoritas klise negatifnya hancur akibat lemari pengering di ruang gelap mengalami panas berlebih. Kendati kritikus foto A.D. Coleman meragukan cerita kecelakaan tersebut, editor foto majalah Life, John Morris, mengonfirmasi hanya ada 11 film negatif yang berhasil diselamatkan.

Terlepas dari kontroversi jumlah foto, 11 karya visual tersisa milik Robert Capa tersebut terbukti sukses memengaruhi cara dunia mengingat sejarah besar pertempuran D-Day. Bahkan, jajaran foto berharga ini menjadi inspirasi utama bagi sutradara ternama Steven Spielberg saat menggarap adegan pendaratan ikonis dalam film Saving Private Ryan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....